Surabaya, BONARINEWS.com – Di tengah bonus demografi yang kian mendesak, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri melontarkan pesan yang tak biasa: masa depan ekonomi Indonesia bukan semata di tangan investor besar, melainkan pada keberanian anak muda membuka usaha.
Pesan itu disampaikan saat kuliah umum bertajuk Empowering Growth Young Entrepreneurs for a Better Future di Universitas Airlangga, Surabaya. Di hadapan mahasiswa, Roro menyoroti satu persoalan klasik yang terus berulang, jumlah usia produktif yang tinggi belum sepenuhnya diimbangi lahirnya wirausahawan baru.
Menurutnya, generasi muda memegang peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi. Tanpa dorongan kewirausahaan, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban.
Ia mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi berani mengambil risiko sebagai pencipta peluang. Sosok wirausahawan muda, kata dia, harus tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan pasar yang bergerak cepat.
Namun, Roro juga mengingatkan, ekosistem tidak bisa dibangun sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Tanpa sinergi itu, banyak ide bisnis hanya akan berhenti di ruang kelas.
Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan, disebut terus memperluas akses bagi pelaku usaha, termasuk mahasiswa, lewat program kemitraan dengan UMKM dan ritel modern. Skema ini dinilai penting untuk membantu usaha kecil menembus pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing.
Kehadiran sejumlah tokoh dalam kuliah umum tersebut turut memperkaya diskusi, mulai dari Rektor Universitas Airlangga hingga pelaku industri dan keuangan digital. Pertemuan itu menjadi ruang temu antara gagasan akademik dan realitas pasar.
Di akhir sesi, satu pesan yang mengendap adalah soal keberanian. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, wirausaha bukan lagi pilihan alternatif, melainkan jalan strategis yang kian mendesak untuk diambil generasi muda.
Penulis: Dedy Hu