Medan, BONARINEWS. com – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Medan tak sekadar seremoni. Di tengah riuh ribuan pekerja, Wali Kota Rico Waas memilih turun dari panggung, bernyanyi, lalu berbaur dengan buruh. Momen ini menjadi simbol yang jarang terlihat dalam perayaan May Day di daerah, ketika jarak antara pemimpin dan pekerja seolah dihapus dalam satu panggung kebersamaan.
Acara yang digelar di Pardede Hall itu dihadiri sekitar seribu peserta dari unsur pekerja, perusahaan, dan pemerintah. Tidak hanya hiburan, peringatan ini juga diisi pesan politik kesejahteraan yang tegas.
Rico menyebut buruh sebagai denyut nadi ekonomi kota. Ia menegaskan, pembangunan tidak akan berarti tanpa kontribusi pekerja. Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta yang beberapa kali menyambutnya dengan teriakan dukungan.
Namun yang paling menyita perhatian bukan sekadar suasana hangat, melainkan 10 komitmen strategis yang diumumkan pemerintah kota. Komitmen itu mencakup penguatan sinergi tripartit, pengawasan hak normatif pekerja, hingga dorongan penetapan upah minimum kota yang lebih berkeadilan.
Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan buruh yang kian kompleks, Rico juga menegaskan bahwa aspirasi pekerja, termasuk yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi, akan tetap diteruskan secara resmi oleh pemerintah kota. Ia menekankan pentingnya dialog terbuka sebagai jalan keluar konflik industrial.
Peringatan ini juga diwarnai pemotongan tumpeng, pembagian hadiah, serta penyaluran 1.100 paket sembako kepada pekerja. Pemerintah kota tampak ingin menggabungkan pendekatan simbolik dan konkret dalam satu momentum.
Bagi sebagian buruh, suasana kebersamaan ini memberi harapan baru. Namun di sisi lain, komitmen yang disampaikan tetap akan diuji pada implementasinya, terutama terkait kepastian kerja, perlindungan tenaga kerja, dan sistem pengupahan yang selama ini menjadi isu klasik.
May Day di Medan tahun ini akhirnya bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga panggung janji. Ketika pemimpin turun langsung ke tengah massa, publik menunggu apakah kedekatan itu akan berlanjut menjadi kebijakan yang benar-benar terasa.
Penulis: Dedy Hu