Oleh: Tetty Petty Sinaga
29 November 2022, Selasa
Malam itu
kita berbincang tentang Tibet—
negeri yang jauh,
unik,
asing,
dan penuh keajaiban.
Kita tertawa, bertanya,
membayangkan tempat yang mungkin
tak akan pernah kita datangi.
Tak pernah kusangka,
percakapan tentang negeri yang begitu jauh itu
justru menjadi percakapan terakhir kita.
Seandainya aku tahu malam itu adalah yang terakhir,
mungkin akan kupelankan waktu,
kudengarkan setiap katamu lebih lama,
dan kusimpan suaramu lebih dalam.
Namun hidup tak pernah memberi tahu
kapan sebuah pertemuan berubah menjadi kenangan.
Karena itu,
jangan meminta aku melupakanmu.
Aku memilih untuk mengenang.
Sebab selama kenangan itu tetap hidup,
sebagian darimu masih tinggal di hatiku.
Dan malam tentang Tibet itu,
akan selalu menjadi tempat
di mana rinduku pulang.