TEBING TINGGI, BONARINEWS — Lapangan Kota Bayu, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, tidak menjadi tempat guru-guru sekolah dasar mengajar. Mereka justru berlari, tertawa, beradu strategi, dan saling menyemangati.
Para guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) dari 14 sekolah dasar se-Kecamatan Padang Hulu berkumpul dalam Fun Games yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK. Momentum itu dipilih untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan dengan kemasan olahraga. Di balik permainan yang ringan dan kompetitif, ada upaya menjadikan lapangan sebagai ruang belajar lain bagi para guru: belajar bekerja sama, menerima kekalahan, menghargai lawan, dan membangun kembali kedekatan yang mungkin terkikis oleh rutinitas sekolah.
Selama ini nilai-nilai itu lebih sering diajarkan guru kepada murid. Di Lapangan Kota Bayu, giliran para guru yang mengalaminya sendiri.
Ketua KKKS SD Kecamatan Padang Hulu, Sarwono, S.Pd., mengatakan Fun Games memberikan ruang bagi guru untuk merasakan secara langsung arti kebersamaan dan kolaborasi.
“Fun Games ini menjadi ruang nyata bagi guru untuk merasakan langsung nilai kebersamaan dan kolaborasi. Bukan hanya teori di ruang kelas,” ujar Sarwono ketika membuka kegiatan.
Bagi KKG PJOK, pengalaman semacam itu penting. Sebab, pendidikan jasmani tidak berhenti pada kemampuan fisik. Olahraga juga membawa seperangkat nilai: sportivitas, disiplin, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam satu tim.
Nilai-nilai tersebut pula yang hendak dibawa keluar dari lapangan. Kegiatan bersama di tingkat kecamatan diharapkan membuat hubungan antarguru dan antarsekolah tidak berhenti pada urusan administrasi atau program kerja.
Ketua panitia, Faiz, S.Pd., menyebut keberhasilan kegiatan sebagai hasil kerja kolektif. Kepala sekolah, guru, pihak kecamatan, hingga pendukung kegiatan mengambil bagian dalam penyelenggaraannya.
“Ini milik bersama. Dukungan kepala sekolah, guru, dan pihak kecamatan membuat acara ini berjalan lancar,” kata Faiz.
Pengurus KKG PJOK, Lindung Silaban, melihat kebersamaan tersebut sebagai modal untuk menjalankan program-program berikutnya. Menurut dia, koordinasi yang kuat di tingkat kecamatan akan membuat berbagai agenda KKG lebih mudah dilaksanakan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Camat Padang Hulu, KKKS, serta para sponsor yang ikut memeriahkan kegiatan.
Di tengah perayaan kemerdekaan yang kerap identik dengan perlombaan, Fun Games Padang Hulu menawarkan makna yang sedikit berbeda. Yang diperebutkan bukan semata kemenangan, melainkan pengalaman berada dalam satu tim.
Tema “Padang Hulu Datang, Padang Hulu Juara! Tradisi Prestasi, Padang Hulu Solid” pun menemukan maknanya di lapangan. Juara bukan hanya soal siapa yang paling cepat atau paling kuat, tetapi juga tentang kemampuan menjaga kekompakan setelah permainan selesai.
Bagi para guru itu, kemerdekaan akhirnya dirayakan dengan cara yang sederhana: bergerak bersama, bersaing secara sehat, lalu kembali sebagai satu komunitas pendidik.
Lapangan pun menjadi lebih dari sekadar tempat bermain. Ia menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa sebelum mengajarkan sportivitas kepada murid, guru perlu terlebih dahulu menjalaninya. (Redaksi)