MEDAN, BONARINEWS — Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia menggandeng perusahaan asal Tiongkok, Eustace Chun Yi Co., Ltd., untuk mengembangkan teknologi mobile grain dryer atau mesin pengering gabah portabel di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Devis Abuimau Karmoy dan CEO Eustace Chun Yi Co., Ltd. Wu Chi Yi pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kemitraan ini menarik perhatian karena teknologi pengering gabah tersebut akan lebih dulu diuji melalui studi kelayakan di kawasan persawahan Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Devis mengatakan kerja sama berlaku selama enam bulan dan menjadi tahap awal transfer pengetahuan serta teknologi dari mitra Tiongkok kepada koperasi di Indonesia.
“Sebagai tahap awal, pelaksanaan studi kelayakan terhadap grain dryer portable akan dilakukan Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang,” ujar Devis dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut dia, Tandem Hilir II dipilih karena memiliki areal persawahan yang dinilai mendukung pengujian teknologi tersebut. Jika hasil studi menunjukkan prospek yang baik, penerapannya akan diperluas ke sejumlah daerah di Sumatera Utara hingga wilayah lain di Indonesia.
Empat Bulan Penjajakan
Kerja sama ini bukan proses yang berlangsung dalam waktu singkat. Devis menyebut komunikasi dengan Wu Chi Yi telah dilakukan sekitar empat bulan sebelum kedua pihak menandatangani MoU.
“Sebelum MoU kita telah bertemu di Medan dan membangun LoI (letter of interest), kemudian disusul dengan MoU,” kata Devis.
Ia berharap teknologi mobile grain dryer dapat membuka peluang baru dalam pengelolaan hasil pertanian, terutama untuk membantu proses pengeringan gabah.
Bagi koperasi, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran sebagai offtaker sekaligus mengembangkan kegiatan usaha yang berdampak pada kesejahteraan anggota.
“Dengan kerja sama ini, kami optimistis koperasi bisa berkembang dan menjadi sarana peningkatan kesejahteraan bagi anggotanya,” ujar Devis.
Jika tahap studi kelayakan berhasil, teknologi pengering gabah portabel asal Tiongkok ini berpeluang menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan koperasi untuk mendukung sektor pertanian di Sumatera Utara dan daerah lainnya.
Penulis: Dedy Hutajulu