Sofyan Tan Ajak Pelajar Medan dan Deli Serdang Teladani Semangat Bung Karno di Tengah Arus Globalisasi

Bagikan Artikel

Peringatan Bulan Bung Karno dijadikan momentum memperkuat pendidikan karakter, nasionalisme, dan nilai Pancasila bagi generasi muda.

MEDAN, BONARINEWS – Semangat perjuangan dan pemikiran Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kembali digaungkan kepada generasi muda melalui rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar di Medan dan Deli Serdang, Sabtu, 27 Juni 2026.

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, mengajak para pelajar untuk lebih mengenal sejarah bangsa, memahami nilai-nilai Pancasila, serta meneladani semangat persatuan dan gotong royong yang diwariskan Bung Karno kepada Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Yayasan Perguruan Rahmat Islamiyah, Kecamatan Medan Helvetia, dan Sekolah Amaliyah di Desa Tanjung Gusta, Deli Serdang. Ratusan siswa dan guru mengikuti rangkaian acara yang dipenuhi nuansa merah putih dan semangat kebangsaan.

Menurut Sofyan Tan, peringatan Bulan Bung Karno tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang pendidikan karakter untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.

Ia menilai generasi muda perlu memahami siapa sosok Bung Karno, mengenal perjalanan perjuangannya, serta menghayati pemikiran-pemikiran yang melahirkan dasar negara Indonesia.

Bagi Sofyan Tan, bulan Juni memiliki arti penting dalam sejarah nasional. Di bulan tersebut lahir Pancasila, Bung Karno dilahirkan, dan pada bulan yang sama pula bangsa Indonesia mengenang wafatnya sang proklamator.

Karena itu, Bulan Bung Karno harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga derasnya arus globalisasi, menuntut generasi muda memiliki fondasi kebangsaan yang kuat agar tidak kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Menurutnya, Pancasila tetap menjadi perekat utama yang menjaga persatuan masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, bahasa, budaya, dan agama.

“Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Nilai itulah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Sofyan Tan yang dikenal aktif memperjuangkan pendidikan inklusif juga mengingatkan bahwa tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, toleran, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Ia mengajak para pelajar untuk meneladani sikap Bung Karno yang menjunjung tinggi persatuan, keberanian, cinta tanah air, dan semangat gotong royong dalam membangun Indonesia.

Menurutnya, generasi masa depan harus tumbuh menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, memiliki rasa tanggung jawab, serta terus belajar demi kemajuan bangsa.

Rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno di kedua sekolah tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme. Selain penguatan wawasan kebangsaan, para peserta juga menerima buku tulis bernuansa merah putih yang mengusung slogan “Anak Hebat, Indonesia Raya”.

Sofyan Tan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air di kalangan generasi muda.

Baginya, semangat Bung Karno harus tetap menjadi energi bersama untuk menjaga persatuan, memperkokoh kebhinekaan, serta menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa melupakan jati dirinya sebagai bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *