BEKASI, BONARINEWS.com – Musibah perkeretaapian terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Kecelakaan tersebut mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan proses penanganan dan evakuasi berjalan cepat. Keselamatan penumpang dan seluruh pihak terdampak disebut menjadi prioritas utama pemerintah.
Pada pukul 01.31 WIB, dari lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin memberikan pembaruan kondisi terkini.
“Per jam 1 ini, korban meninggal dunia ada empat orang. Kemudian yang kami evakuasi di dalam kereta ada 71 orang. Tentunya kami akan melakukan perawatan yang sangat optimal untuk para penumpang yang menjadi korban dan mengalami luka-luka,” ujar Dudy Purwagandhi.
Ia menjelaskan, hingga dini hari proses evakuasi masih terus dilakukan karena diduga masih ada korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
“Kami melakukan proses evakuasi sekuat tenaga pada saat ini seperti yang kita lihat masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta,” katanya.
Menurut Dudy, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.45 WIB dan diduga diawali adanya temperan sebuah taksi berwarna hijau di perlintasan JPL 85, yang menyebabkan gangguan pada sistem perkeretaapian di area emplasemen Bekasi Timur.
“Perlu disampaikan juga, kejadian ini terjadi pada jam 9 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi green SM di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah Stasiun Emplasemen Bekasi Timur terganggu,” jelasnya.
Meski demikian, untuk kronologi lengkap dan penyebab pasti kecelakaan, pemerintah menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Sementara itu kronologinya tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini,” tambahnya.
Selain itu, diperkirakan masih terdapat sekitar enam hingga tujuh orang yang terjebak di dalam kereta. Petugas juga telah melakukan pemotongan rangkaian Kereta Anggrek dan menariknya mundur guna mempermudah proses penyelamatan.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi korban dan penanganan di lokasi masih terus berlangsung.
Penulis: Dedy Hu