PMKRI Jakarta Pusat Ingatkan Tantangan Jakarta Jadi Kota Global, Rupiah Melemah Jadi Sorotan

Bagikan Artikel

JAKARTA, BONARINEWS – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar pembangunan menuju kota global tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan investasi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

PMKRI menilai transformasi Jakarta setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) menghadapi tantangan besar, terutama di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi fiskal yang masih perlu diperkuat.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Jakarta Pusat, Andri Tani, mengatakan Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi kota berkelas dunia. Namun, ambisi tersebut harus berjalan seiring dengan kemampuan ekonomi daerah dalam menghadapi tekanan global.

“Jakarta sedang diarahkan menjadi kota global yang mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah dan tantangan ekonomi harus menjadi perhatian serius,” ujar Andri dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat mencapai Rp8,74 triliun. Pendapatan tersebut masih didominasi oleh sektor pajak daerah dan retribusi.

Sementara itu, target pendapatan daerah Jakarta tahun 2026 mencapai Rp71,45 triliun dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp81,32 triliun.

Menurut PMKRI, kondisi ekonomi global termasuk pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dapat memberikan dampak terhadap pembangunan yang masih bergantung pada barang, teknologi, maupun komponen impor.

Kenaikan biaya proyek, tekanan terhadap dunia usaha, hingga potensi kenaikan harga barang dan jasa menjadi risiko yang perlu diantisipasi pemerintah daerah.

Andri juga menyoroti ketergantungan pendapatan Jakarta terhadap sektor pajak. Menurutnya, perlambatan ekonomi dapat berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah daerah mencapai target penerimaan.

“Ketahanan fiskal menjadi kunci dalam mewujudkan kota global. Pemerintah harus memastikan sumber pendapatan daerah tetap sehat dan berkelanjutan agar program pembangunan berjalan stabil,” katanya.

PMKRI mengingatkan bahwa konsep kota global tidak boleh hanya diukur dari pembangunan gedung tinggi, pusat bisnis, atau proyek infrastruktur besar.

Kota global, menurut mereka, harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi rakyat, dan peningkatan kualitas hidup warga.

“Jangan sampai Jakarta hanya terlihat maju secara fisik, tetapi masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Kota global harus menghadirkan kesejahteraan dan kesempatan yang lebih luas bagi warga,” tegas Andri.

PMKRI Jakarta Pusat kemudian mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat ekonomi lokal, UMKM, serta sektor industri kreatif. Selain itu, diversifikasi sumber pendapatan daerah dinilai penting agar Jakarta tidak terlalu bergantung pada satu sektor ekonomi.

PMKRI menyatakan mendukung visi Jakarta sebagai kota global. Namun, visi tersebut harus dibangun dengan fondasi ekonomi yang kuat, tata kelola fiskal yang sehat, dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Dengan begitu, Jakarta tidak hanya mampu bersaing di tingkat internasional, tetapi juga tumbuh sebagai kota yang inklusif, adil, dan memberikan manfaat bagi seluruh warganya.


Penulis: Faidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *