Medan, BONARINEWS – Gugah Nurani Indonesia (GNI) mendorong penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kota Medan melalui workshop yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Workshop tersebut melibatkan pengurus PATBM tingkat kecamatan dan kelurahan serta perwakilan pemerintah dari seluruh kecamatan di Kota Medan. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Medan, Kamis, 30 Juli 2026.
Ketua Tim Kerja Perlindungan Khusus Anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Medan, Torang Halomoan Siregar mengatakan, pemerintah mengapresiasi inisiatif GNI untuk memperluas dan menguatkan peran PATBM di seluruh kecamatan.
Menurut Torang, keberadaan PATBM diperlukan untuk memperkuat perlindungan anak berbasis masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak.
“Kami sangat mengapresiasi konsistensi dari GNI dalam mendorong upaya perlindungan anak di Kota Medan, yang selama ini mereka fokus bekerja di Medan Belawan. Namun hari ini GNI berupaya memperluas upaya ini ke semua kecamatan di Kota Medan,” kata Torang.
Ia mengatakan perlindungan anak membutuhkan kerja sama antara pemerintah, organisasi yang bergerak di bidang perlindungan anak, dan masyarakat.

Project Manager GNI, Anwar Suhut, mengatakan workshop tersebut bertujuan menyegarkan kembali pemahaman pengurus PATBM mengenai tugas dan fungsi mereka. PATBM, kata dia, memiliki peran dalam mencegah kekerasan terhadap anak serta melakukan penanganan awal terhadap kasus yang ditemukan di lingkungan masyarakat.
“Kami melihat bahwa pengurus PATBM yang telah dibentuk oleh pemerintah di setiap kecamatan masih perlu ditingkatkan kapasitasnya agar fungsi PATBM bisa berjalan,” ujar Anwar.
Menurut Anwar, momentum HAN 2026 menjadi kesempatan untuk kembali mendorong kepedulian berbagai pihak terhadap perlindungan anak di Kota Medan. GNI juga mendorong pemerintah kecamatan memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan PATBM.
“Melalui momentum HAN 2026 ini, GNI kembali mendorong semua pihak untuk lebih peduli dengan perlindungan anak di Kota Medan, salah satunya melalui pengaktifan kembali PATBM Kecamatan,” katanya.
Workshop tersebut difasilitasi GNI bekerja sama dengan DP3APMP2KB Kota Medan dan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumatera Utara.
PKPA menjadi pemateri dengan memberikan materi mengenai fungsi PATBM, cara membangun kerja sama dengan berbagai pihak, serta penanganan awal dan mekanisme rujukan ketika menemukan kasus kekerasan terhadap anak.
Anwar mengatakan penguatan kapasitas pengurus PATBM penting agar mereka mampu melakukan pencegahan sekaligus mengambil langkah awal ketika menemukan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan masing-masing.

Salah seorang peserta workshop, Desima, pengurus PATBM Kecamatan Medan Belawan, mengatakan kegiatan tersebut bermanfaat untuk mengingatkan kembali pengurus PATBM mengenai tugas dan peran mereka di masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada GNI yang telah membuat acara ini, sehingga kami kembali disegarkan akan fungsi kami di PATBM,” puji Desima.
Penulis: Dedy Hutajulu