Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Tapanuli Utara Ditemukan, Pencarian Hari Keempat Berakhir

Bagikan Artikel

TAPUT, BONARINEWS – Setelah empat hari operasi pencarian, korban hanyut di Sungai Batang Toru akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada Kamis (28/5/2026). Korban ditemukan tidak jauh dari titik awal kejadian di wilayah Pahae Julu.

Korban diketahui bernama A.B Sihombing (53), warga Desa Hutapea Banuarea, yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat memancing pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Sejak laporan diterima, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara langsung mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, relawan, hingga masyarakat untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni P. Lumbantoruan, bahkan turun langsung meninjau proses pencarian dan memastikan upaya berjalan maksimal.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan melakukan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran sungai menggunakan perahu karet, pencarian darat di bantaran sungai, hingga pemantauan udara dengan drone untuk menjangkau area sulit.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung di permukaan sungai, berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi awal diduga hanyut.

Setelah ditemukan, tim langsung melakukan proses evakuasi dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut sesuai prosedur.

Operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 12.30 WIB setelah seluruh tahapan pencarian dan evakuasi selesai dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian selama empat hari tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja tanpa lelah,” ujar perwakilan pemerintah daerah.

Sebelumnya, insiden ini terjadi saat korban bersama rekannya memancing di kawasan Batu Hoda yang dikenal memiliki arus deras. Korban diduga tergelincir dan terseret arus Sungai Batang Toru hingga tidak dapat diselamatkan.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di area dengan arus deras dan bebatuan licin.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *