Dumai, BONARINEWS.com — Jalur masuk komoditas hortikultura di wilayah pesisir Riau kembali diperketat setelah aparat karantina menemukan ribuan kilogram buah dan bawang merah yang masuk tanpa dokumen resmi. Total lebih dari 15 ton komoditas asal Vietnam itu akhirnya dimusnahkan di Pelabuhan Dumai.
Langkah pemusnahan dilakukan oleh Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Riau sebagai bentuk penegakan aturan terhadap lalu lintas pangan impor yang tidak memenuhi persyaratan karantina.
Komoditas yang dimusnahkan terdiri dari 262 karung bawang merah dan 727 keranjang mangga. Seluruhnya diketahui tidak dilengkapi dokumen kesehatan dan sertifikasi karantina yang menjadi syarat utama pemasukan barang ke wilayah Indonesia.
Kepala Karantina Riau, Abdur Rohman, menyebut temuan ini merupakan hasil sinergi dengan pihak kepabeanan di pelabuhan.
“Komoditas yang dimusnahkan ini merupakan hasil sinergi Karantina Riau dan Bea Cukai Dumai. Seluruhnya masuk tanpa dokumen karantina yang sah,” ujarnya.
Pemusnahan dilakukan dengan metode pembakaran dan penimbunan untuk memastikan tidak ada potensi penyebaran ulang. Otoritas menilai komoditas ilegal seperti ini berisiko membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat mengancam produksi pertanian lokal.
Menurut Rohman, ancaman utama dari barang tanpa pengawasan bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap ekosistem pertanian dan ketahanan pangan daerah.
“Risikonya bisa ke hama dan penyakit tumbuhan yang merugikan petani kita,” katanya.
Mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, setiap komoditas pertanian impor wajib melalui pemeriksaan dan dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal sebelum masuk ke wilayah Indonesia.
Selain Bea Cukai, proses pemusnahan juga disaksikan sejumlah instansi seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, KSOP Dumai, kepolisian kawasan pelabuhan, hingga operator pelabuhan.
Pihak karantina menegaskan pengawasan di pintu masuk negara akan terus diperketat, terutama di jalur strategis seperti Dumai yang menjadi salah satu gerbang utama perdagangan internasional di Sumatra bagian timur.
Rohman juga mengingatkan pelaku usaha dan awak kapal agar tidak mencoba memasukkan komoditas tanpa prosedur resmi karena berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi sektor pertanian nasional.
“Kepatuhan adalah kunci menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi petani lokal,” ujarnya.
Penulis: Dedy Hu