Kabuzen AI Masuk Kampus! Kolaborasi Dekopinwil DKI dan Ika Kopma Dorong Ketahanan Teknologi AI

Bagikan Artikel

JAKARTA, BONARINEWS.com — Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence kini dinilai menjadi bagian penting dalam persaingan global, tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga strategi modern. Hal inilah yang mendorong kolaborasi antara Kabuzen AI dengan organisasi koperasi mahasiswa.

Pemilik lisensi Kabuzen AI, Arif Badrudin, menegaskan bahwa perang modern saat ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga penguasaan teknologi kecerdasan buatan.

Hal tersebut disampaikan dalam pelatihan teknologi AI untuk riset akademisi dan peluang bisnis koperasi mahasiswa yang digelar di SMK Hang Tuah 1 Jakarta, Selasa (14/4/2026).

“Perang modern tidak hanya bergantung pada kecanggihan senjata, tetapi juga siapa yang menguasai teknologi AI mutakhir. Teknologi ini dapat membantu perkembangan peradaban, baik di bidang pendidikan maupun ekonomi,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, Kabuzen AI memiliki keunggulan dalam penyajian data secara real time dengan sumber yang terus diperbarui. Sistemnya juga menggunakan model top up data sehingga pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan tanpa khawatir masa aktif hangus.

Menurutnya, perkembangan AI saat ini sangat pesat dengan ribuan bahkan jutaan platform yang beredar di internet. Namun, Indonesia perlu memiliki teknologi berlisensi resmi yang dapat mendukung ketahanan teknologi nasional, terutama dalam dunia pendidikan.

“Melalui lisensi resmi Kabuzen AI, kami menawarkan solusi aplikasi AI Pro yang ramah biaya dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dekopinwil DKI Jakarta sekaligus pengurus Ika Kopma, Nur Halim, menilai kehadiran Kabuzen AI dapat membantu koperasi mahasiswa dalam berbagai hal, termasuk pelaporan koperasi hingga referensi akademik bagi mahasiswa.

Ia juga mengajak koperasi mahasiswa untuk memanfaatkan peluang bisnis dengan menjadi reseller Kabuzen AI.

Menurutnya, kebutuhan mahasiswa terhadap sumber referensi akademik yang valid semakin tinggi, sementara harga buku semakin mahal dan penggunaan AI tanpa sumber jelas berpotensi menimbulkan masalah plagiarisme.

“Mahasiswa membutuhkan referensi yang valid untuk tugas dan skripsi. Kabuzen AI bisa menjadi solusi bagi koperasi mahasiswa sekaligus peluang bisnis yang menjanjikan,” ujarnya.

Penulis: Sucipto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *