MEDAN, BONARINEWS – Waktu keberangkatan semakin dekat, tetapi perjuangan kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara menuju Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih dibayangi persoalan biaya.
Hingga Jumat, 2 Oktober 2026, SOIna Sumut menyebut belum ada dukungan nyata berupa bantuan pembiayaan dari Pemerintah Kota Medan untuk keberangkatan kontingen tersebut.
Padahal, delapan atlet disabilitas intelektual Sumatera Utara tengah dipersiapkan membawa nama daerah pada PESONAS II yang dijadwalkan berlangsung 14–18 Oktober 2026 di Kupang.
Sekretaris SOIna Sumut, Mardi Panjaitan, menyampaikan kondisi tersebut di sela-sela latihan bersama kontingen di lapangan SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Menurut Mardi, kebutuhan biaya perjalanan ke Kupang cukup besar. Di tengah keterbatasan tersebut, pelatih, orang tua atlet dan relawan terus berupaya mengumpulkan biaya agar para atlet tetap dapat bertanding.
“SOIna Sumut masih terus berharap uluran tangan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah, sebab biaya ke Kupang sangat besar. Namun demi kemajuan anak-anak disabilitas di Sumatera Utara, para pelatih, orang tua dan relawan rela mengeluarkan dana yang besar,” ujar Mardi.
Kondisi ini menjadi perhatian karena sebelumnya jajaran SOIna Sumut telah melakukan audiensi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Dalam pertemuan tersebut, Pemko Medan menyampaikan perhatian dan dukungan terhadap atlet disabilitas intelektual yang akan berlaga di PESONAS II.
Namun, menurut SOIna Sumut, sampai hari ini dukungan tersebut belum diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata untuk keberangkatan kontingen.
Karena itu, SOIna Sumut kembali berharap Pemerintah Kota Medan maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memfasilitasi keberangkatan para atlet ke Kupang.
Bagi mereka, persoalan keberangkatan bukan sekadar masalah transportasi. Jika biaya tidak terpenuhi, kesempatan atlet untuk tampil di ajang nasional juga ikut dipertaruhkan.
Meski menghadapi keterbatasan, SOIna Sumut tidak menurunkan target prestasi.
Delapan atlet yang disiapkan justru dibebani misi untuk membawa pulang tiga medali emas bagi Sumatera Utara. Lebih jauh, SOIna Sumut berharap PESONAS II dapat membuka peluang bagi satu atlet dan satu pelatih untuk melangkah ke Special Olympics World Summer Games 2027 di Santiago, Chile.
PESONAS II sendiri menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan seleksi menuju ajang dunia tersebut. Kemenko PMK menyebut PESONAS II NTT 2026 dijadwalkan berlangsung 14–18 Oktober dan mempertandingkan tujuh cabang olahraga, sekaligus menjadi sarana untuk mempersiapkan atlet menuju Special Olympics World Games 2027.
Delapan atlet Sumut yang dipersiapkan berasal dari sejumlah cabang olahraga.
Muhammad Abbas dan Daffa Zidan Affar akan turun pada renang. Eliakim Barus dipersiapkan pada bulu tangkis. Jhon Kristian, Maruli Simarmata dan Gerardus Sarman akan bertanding pada nomor lari. Mikhael Febriyan Hutahaean turun di bocce, sedangkan Cinya Cinta Laura Siringoringo dipersiapkan pada senam ritmik.
Mereka akan didampingi tim pelatih yang terdiri dari Yustinus Sukisno untuk bulu tangkis, Ahmadi Malaon Lubis untuk renang, Benediktus Simamora dan Libra Susanto Jeno Sembiring untuk atletik, serta Megawati Bancin untuk senam.
August Sinaga dipercaya sebagai Ketua Kontingen, sementara Mardi Panjaitan bertugas sebagai HOD. Sejumlah pengurus serta orang tua atlet juga ikut dalam rombongan untuk memastikan pendampingan selama pertandingan.
Bagi SOIna Sumut, keberangkatan ke Kupang bukan semata-mata mengejar medali. PESONAS merupakan ruang bagi atlet disabilitas intelektual untuk menunjukkan kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, membangun kepercayaan diri dan membuka peluang menuju panggung internasional.
Kini, harapan mereka kembali diarahkan kepada pemerintah.
Di satu sisi, para atlet terus berlatih dan target tiga emas sudah dipasang. Di sisi lain, persoalan biaya keberangkatan masih harus diselesaikan.
SOIna Sumut berharap dukungan yang sebelumnya disampaikan pemerintah tidak berhenti pada pertemuan dan pernyataan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk fasilitasi konkret sebelum kontingen bertolak ke Kupang.
“Kami sangat berharap Bapak Gubernur Sumatera Utara maupun Pemerintah Kota Medan dapat membantu memfasilitasi keberangkatan kontingen Sumatera Utara ke Kupang,” ujar Mardi.
Bagi para atlet, waktu terus berjalan. PESONAS II tinggal hitungan hari, sementara perjuangan mereka untuk membawa nama Sumatera Utara ke panggung nasional sudah dimulai jauh sebelum mereka menginjakkan kaki di Kupang.
Penulis: Dedy Hutajulu