Medan, BONARINEWS – Anggota MPR/DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI harus diwujudkan melalui kebijakan nyata, terutama dengan memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang setara, adil, dan berkualitas tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial.
Hal tersebut disampaikan Sofyan Tan saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Auditorium Djonny Taslim, Kampus Universitas Satya Terra Bhinneka, Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan itu diikuti pimpinan yayasan, kepala sekolah, serta pengelola satuan pendidikan dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Dalam pemaparannya, anggota Komisi X DPR RI itu menekankan bahwa pemerataan akses pendidikan merupakan amanat konstitusi sekaligus wujud pelaksanaan sila keadilan sosial dalam Pancasila.
Menurutnya, negara harus hadir menjamin seluruh anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang sama, termasuk melalui kebijakan wajib belajar 13 tahun yang setara bagi seluruh peserta didik.
“Seluruh murid harus bisa menikmati pendidikan gratis selama 13 tahun, baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun sekolah swasta sesuai amanat Putusan Mahkamah Konstitusi,” ujar Sofyan Tan.
Selain mendorong pemerataan pembiayaan pendidikan, Sofyan Tan juga meminta pemerintah mempercepat revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk memperbaiki sekolah yang rusak serta membangun ruang kelas baru bagi sekolah yang mengalami keterbatasan daya tampung.
Dalam kesempatan itu, Sofyan Tan mengaku lebih memilih menyampaikan sosialisasi Empat Pilar melalui praktik nyata dibanding sekadar teori. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika akan lebih mudah dipahami apabila diterapkan dalam kebijakan dan kehidupan sehari-hari.
Ia kemudian memaparkan pengalaman Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) yang didirikannya sebagai contoh implementasi Empat Pilar dalam dunia pendidikan. Saat ini, YPSIM menaungi berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan hingga Universitas Satya Terra Bhinneka.
Ke depan, YPSIM juga akan membangun sekolah khusus bagi anak berkebutuhan khusus yang tidak hanya memberikan layanan pendidikan, tetapi juga membekali murid dengan keterampilan hidup dan kemampuan ekonomi agar mampu hidup mandiri.
Menurut Sofyan Tan, murid berkebutuhan khusus harus diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, membangun rasa percaya diri, serta memperoleh berbagai keterampilan produktif yang bernilai ekonomi.
“Saya tidak menyosialisasikan Empat Pilar berbangsa dan bernegara dengan teori, tetapi saya tunjukkan bagaimana praktiknya dan bagaimana nilai-nilai itu dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang Bapak dan Ibu pimpin,” katanya.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Sofyan Tan berharap praktik baik yang telah dijalankan YPSIM dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam menerapkan nilai-nilai Empat Pilar secara nyata melalui dunia pendidikan.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang juga Tenaga Ahli DPR RI, Finche Kosmanto, serta Tenaga Ahli DPR RI Lisnawati Ginting dan Pandapotan Tamba.
Penulis: Dedy Hutajulu