Medan Gandeng UNDP, Rico Waas Dorong Pengelolaan Sampah Modern hingga Digitalisasi Layanan Kota

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS – Kota Medan membuka peluang kerja sama strategis dengan United Nations Development Programme (UNDP) dalam penguatan pengelolaan sampah berkelanjutan dan percepatan transformasi digital layanan publik.

Hal itu mengemuka saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan delegasi UNDP Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (13/5/2026). Pertemuan ini sekaligus membahas rencana pengembangan kerja sama lintas sektor, termasuk kunjungan lapangan ke fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Rico Waas menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Medan memiliki ruang besar untuk dikembangkan, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan digitalisasi sistem pelayanan publik.

Menurutnya, pengelolaan sampah modern menjadi salah satu isu prioritas yang harus ditangani dengan pendekatan teknologi dan kolaborasi internasional.

Dalam kesempatan itu, Rico juga memaparkan karakter Kota Medan sebagai kota multikultural yang dihuni berbagai kelompok etnis seperti Melayu, Batak, Tionghoa, hingga India yang hidup berdampingan secara harmonis. Keberagaman ini, menurutnya, menjadi modal sosial penting dalam pembangunan kota.

Ia menambahkan, Medan sebagai kota terbesar keempat di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang terus tumbuh, ditopang oleh sektor UMKM, khususnya kuliner dan produk lokal yang mulai merambah pasar ekspor.

Pemko Medan juga terus mendorong pengembangan kawasan heritage seperti Lapangan Merdeka, Kesawan, dan kawasan Warenhuis sebagai destinasi wisata sejarah yang terintegrasi dengan ekonomi kreatif.

Selain itu, transformasi digital juga menjadi fokus utama, termasuk digitalisasi layanan kesehatan serta peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Rico juga menyoroti potensi besar Kota Medan yang didukung oleh keberadaan ikon sejarah seperti Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mashun, serta kawasan strategis Pelabuhan Belawan sebagai pintu perdagangan utama di Sumatera Utara.

Ia turut menekankan pentingnya pengelolaan sungai-sungai besar di Medan seperti Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Denai untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengendalian lingkungan.

Sementara itu, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sujala Pant menyampaikan bahwa UNDP saat ini memasuki siklus program lima tahunan baru dan siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Kota Medan.

UNDP menawarkan sejumlah potensi kerja sama mulai dari pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, pengembangan UMKM, hingga peningkatan ekonomi berbasis komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi.

Selain itu, UNDP juga memperkenalkan sistem digital yang selama ini digunakan untuk mendukung distribusi vaksin dan obat-obatan di Indonesia, yang berpotensi diadaptasi untuk penguatan layanan publik daerah.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat langkah Medan menuju kota yang lebih hijau, cerdas, dan berdaya saing global.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *