Ratusan Umat Buddha Padati Candi Bahal saat Waisak 2026, Paluta Gaungkan Toleransi dan Wisata Religi

Bagikan Artikel

PADANG LAWAS UTARA, BONARINEWS – Suasana penuh khidmat menyelimuti Candi Bahal I, Minggu pagi, 24 Mei 2026. Ratusan umat Buddha dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan Riau memadati kawasan candi untuk mengikuti Perayaan Tri Suci Waisak 2570 TB Tahun 2026.

Perayaan Waisak yang berlangsung di Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara atau Paluta ini turut dihadiri Wakil Bupati Padang Lawas Utara H Basri Harahap bersama unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, tokoh adat dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Basri Harahap menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha. Ia berharap perayaan Waisak menjadi momentum memperkuat kedamaian, cinta kasih dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, Waisak bukan hanya perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga toleransi dan budaya gotong royong demi kemajuan daerah.

“Kemajuan daerah dan bangsa hanya dapat tercapai apabila seluruh elemen masyarakat bersatu, saling menghormati, dan bekerja bersama tanpa membedakan suku, agama maupun golongan,” ujarnya.

Wakil bupati juga memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, masyarakat Desa Bahal dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan perayaan tersebut.

Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam acara ini dinilai menjadi bukti kuatnya kerukunan antarumat beragama di Padang Lawas Utara.

Selain menyoroti pentingnya toleransi, Basri Harahap juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan sejarah, khususnya kawasan Candi Bahal I.

Menurutnya, kawasan candi tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi dan budaya di Sumatera Utara.

Ketua Panitia Waisak Bersama, Febrius SW, mengatakan perayaan Tri Suci Waisak di Candi Bahal rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk ibadah sekaligus kontribusi umat Buddha dalam mempromosikan keberadaan Candi Bahal.

“Perayaan Waisak ini juga menjadi dukungan untuk perkembangan Desa Bahal dan perbaikan fasilitas candi,” katanya.

Perayaan Waisak tahun ini berlangsung meriah dan sukses dengan kehadiran Bhikkhu Sangha serta umat Buddha dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan Riau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Pemkab Paluta Eva Sartika Siregar, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumut Sukronaedi, Kadis Pariwisata Paluta Hasbullah Harahap, Kadis Pertanian Paluta Haholongan Siregar, Camat Portibi Julfikar Harahap serta tokoh agama dan masyarakat.

Penulis: Tohong Harahap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *