Ribuan Lulusan SMK dan LKP Siap Kerja ke Jepang hingga Eropa, Kisah Anak Muda Indonesia Tembus Dunia Global

Bagikan Artikel

Semarang, BONARINEWS-Ribuan lulusan SMK dan LKP di Indonesia kini semakin percaya diri menembus pasar kerja internasional. Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP resmi dilepas untuk bekerja di luar negeri dalam sebuah acara di Surabaya yang menjadi bukti meningkatnya kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Di balik keberangkatan ribuan anak muda tersebut, tersimpan banyak kisah perjuangan, kerja keras, hingga mimpi besar untuk mengubah masa depan melalui pengalaman kerja global.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Arum Tri Wulandari, alumni LKP NCL Madiun, yang akan bekerja di Albania, Eropa Timur. Arum memilih bidang culinary dan akan bertugas sebagai commis di Apollon Hotel Albania.

“Tentunya sangat semangat untuk bisa bekerja ke luar negeri karena ingin punya pengalaman kerja internasional dan ingin membantu perekonomian keluarga,” ujar Arum.

Selama menjalani pendidikan di NCL Madiun, Arum mendapatkan pembelajaran berbasis praktik sesuai standar industri perhotelan. Ia juga telah menyelesaikan program magang industri di Batam sebelum akhirnya lolos bekerja di luar negeri.

Direktur NCL Madiun, Sudarto, mengatakan pihaknya memang fokus menyiapkan lulusan untuk bekerja di pasar global. Tahun ini, sebanyak 42 lulusan NCL berhasil bekerja di berbagai negara seperti Albania, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi hingga Amerika Serikat.

“Kurikulum dan praktisi langsung mengajar di sini sehingga membantu peserta memiliki kompetensi standar global,” jelas Sudarto.

Kisah lainnya datang dari Muhammad Faiz Setyono, alumni SMKN 2 Jiwan, Kabupaten Madiun, yang bersiap berangkat ke Jepang.

Sejak duduk di bangku kelas 12, Faiz mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari budaya kerja, bahasa asing, hingga kemampuan beradaptasi agar siap bersaing di dunia kerja internasional.

“Saya dulu di SMK mengambil jurusan teknik dan nanti di Jepang saya bekerja di bidang yang sama. Peluang ini ingin saya manfaatkan untuk menambah pengalaman kerja global,” kata Faiz.

Ia mengaku dukungan sekolah dan orang tua sangat membantu selama proses persiapan hingga keberangkatan ke luar negeri.

Kepala SMKN 2 Jiwan, Lamijan, menjelaskan sekolah telah memiliki sistem pemetaan karier siswa sejak dini agar proses persiapan kerja bisa lebih matang.

Selain pelatihan bahasa asing, sekolah juga rutin menghadirkan industri sebagai guru tamu guna memberikan gambaran langsung mengenai dunia kerja global.

Menurut Lamijan, minat siswa untuk bekerja di luar negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika dahulu hanya lima siswa yang tertarik bekerja ke luar negeri, kini jumlahnya meningkat menjadi puluhan siswa setiap tahun.

“Tahun ini ada 24 lulusan yang akan berangkat magang ke luar negeri. Kami sudah melakukan berbagai persiapan agar mereka benar-benar siap berkembang di industri global,” ujarnya.

Pemerintah sendiri terus memperkuat pendidikan vokasi melalui peningkatan kompetensi, pembelajaran berbasis industri, hingga pendampingan kebekerjaan bagi lulusan SMK dan LKP.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa SMK dan LKP memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Menurutnya, selain kemampuan teknis, lulusan juga harus memiliki kemampuan adaptasi, etika kerja, penguasaan bahasa, serta pemahaman budaya kerja global.

“Dalam dunia kerja global selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, etika, bahasa, dan pemahaman budaya kerja menjadi poin penting yang perlu disiapkan,” ujar Tatang Muttaqin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *