Pentas Seni 2026 SLB-E Negeri Pembina Sumut Tampilkan Kreativitas Siswa Difabel Tanpa Batas

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS – SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara sukses menggelar Pentas Seni 2026 sebagai ruang bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan kemampuan terbaik mereka.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026, mengusung tema “Ekspresi Tanpa Batas: Dari Imajinasi Menjadi Inspirasi untuk Semua”.

Pentas Seni tersebut menghadirkan beragam penampilan dan karya peserta didik, mulai dari pertunjukan seni, menyanyi, menari, melukis, mewarnai, fashion show, hingga pameran hasil karya keterampilan siswa.

Melalui kegiatan ini, para peserta didik menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk terus belajar, berkarya, dan meraih prestasi.

Kepala SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Mardi Panjaitan, S.Pd., M.Si., mengatakan kegiatan Pentas Seni menjadi salah satu bentuk dukungan sekolah dalam mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, setiap peserta didik memiliki kemampuan yang perlu diberikan ruang untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun keterampilan.

“Pentas Seni ini menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus mampu menghasilkan karya dan memberikan inspirasi bagi masyarakat,” ujar Mardi.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan tamu undangan, di antaranya R.E. Nainggolan selaku tokoh masyarakat Sumatera Utara sekaligus Pembina MPDI, Dr Lambok Pamancar selaku Pengawas SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi, serta Wardayani dari STIM Sukma.

Hadir pula perwakilan RS Mata 77, Nurbaya S.Pd dari SLB ABC Melati Aisyiyah, MKKS SLB se-Sumatera Utara, serta Irdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Josafath M. Robert Duka bersama para undangan lainnya.

Para tamu memberikan apresiasi terhadap kerja keras peserta didik, guru, dan seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Pentas Seni dinilai tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga sarana membangun rasa percaya diri, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kepedulian terhadap pendidikan inklusif.

Selain menampilkan seni pertunjukan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan berbagai hasil karya dari sejumlah bidang vokasi di sekolah. Hal ini menjadi bukti bahwa peserta didik difabel memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dan diapresiasi.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 4 Juni 2026, Pentas Seni 2026 SLB-E Negeri Pembina Sumatera Utara meninggalkan pesan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berekspresi, berkembang, dan menginspirasi lingkungan sekitarnya.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *