Gempa Kumamoto M7,1: Patahan Hinagu Masih Menyisakan Bagian yang Belum Retak

Bagikan Artikel

Kumamoto, BONARINEWS – Komite Penelitian Gempa Bumi Pemerintah Jepang mengevaluasi gempa bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pada 28 Juli 2026. Gempa dengan intensitas seismik maksimum 7 itu diperkirakan berkaitan dengan pergerakan sebagian Zona Patahan Hinagu.

Ketua Komite Penelitian Gempa Bumi, Kazushige Obara, Profesor Emeritus Universitas Tokyo, mengatakan masih terdapat bagian patahan yang belum mengalami pergerakan. Kondisi tersebut membuat kemungkinan terjadinya gempa besar di masa mendatang tetap menjadi perhatian.

Pernyataan itu disampaikan Obara dalam konferensi pers setelah pertemuan darurat komite pada 29 Juli 2026. Ia mengatakan gempa susulan masih mungkin terjadi sehingga masyarakat Kumamoto diminta tetap waspada.

Tiga Segmen Patahan Hinagu

Zona Patahan Hinagu membentang sekitar 80 kilometer dari timur laut ke barat daya dan terbagi menjadi tiga segmen, yakni Takano-Shirahata, Hinagu, dan Laut Yatsushiro.

Pada gempa Kumamoto 2016, sebagian segmen Takano-Shirahata mengalami pergerakan. Dalam gempa 28 Juli 2026, kerusakan patahan diperkirakan membentang sekitar 30 kilometer, meliputi bagian timur laut segmen Hinagu dan sebagian segmen Takano-Shirahata.

Komite mencatat segmen Hinagu masih memiliki bagian yang belum mengalami retakan. Sementara itu, segmen Laut Yatsushiro belum menunjukkan pergerakan dalam rangkaian gempa terbaru.

Obara mengatakan sejumlah anggota komite menduga bagian patahan yang tersisa dari gempa 2016 mungkin ikut bergerak dalam gempa terbaru. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Segmen Laut Yatsushiro Berperingkat S

Komite menyebut probabilitas segmen Laut Yatsushiro memicu gempa berkekuatan sekitar M7,3 dalam 30 tahun mendatang berada pada kisaran hampir 0 hingga 16 persen. Probabilitas tersebut masuk dalam kategori S, yakni peringkat tertinggi dalam penilaian jangka panjang terhadap kemungkinan terjadinya gempa pada zona patahan aktif.

Peringkat tersebut menunjukkan segmen Laut Yatsushiro termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam penilaian risiko gempa di Jepang. Namun, angka probabilitas tersebut tidak berarti gempa besar pasti akan terjadi dalam periode tersebut.

Gempa Susulan Masih Diwaspadai

Selain evaluasi terhadap patahan, gempa Kumamoto juga menyebabkan sejumlah kerusakan dan insiden.

Ledakan yang diduga berkaitan dengan kebocoran gas dilaporkan terjadi di Aeon Mall Kumamoto setelah pengunjung dievakuasi akibat guncangan. Bagian lantai dua bangunan dilaporkan runtuh dan sejumlah orang disebut terjebak.

Kerusakan juga dilaporkan pada perangkat isolasi seismik gedung Balai Kota Yatsushiro. Wali Kota Yatsushiro, Taisuke Ono, mengatakan perangkat peredam getaran di bawah bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan.

Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan, terutama dalam dua hingga tiga hari setelah gempa utama. Imbauan itu mengacu pada pola gempa Kumamoto 2016 yang diikuti rangkaian guncangan susulan selama sekitar sepekan.

Warga Kumamoto dan wilayah sekitarnya diminta mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi Jepang dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas gempa.

Evaluasi terhadap Zona Patahan Hinagu masih berlangsung. Para ahli terutama mencermati bagian patahan yang belum mengalami pergerakan, termasuk segmen Laut Yatsushiro yang memiliki peringkat S dalam penilaian probabilitas gempa jangka panjang.

Penulis: Ahmad Amri Falah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *