Pelayanan Kesehatan Sumut Melesat, Umur Warga Makin Panjang dan Kematian Ibu Turun Drastis

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS— Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat capaian positif di sektor kesehatan sepanjang tahun 2025. Berbagai indikator pelayanan kesehatan masyarakat mengalami peningkatan signifikan, mulai dari umur harapan hidup yang semakin tinggi hingga penurunan angka kematian ibu yang disebut melampaui target nasional.

Keberhasilan tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melalui laporan kinerja terbaru yang menunjukkan mayoritas program kesehatan berhasil mencapai target di atas 100 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, mengatakan peningkatan kualitas layanan kesehatan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota.

“Peningkatan ini menunjukkan pelayanan kesehatan masyarakat di Sumut semakin membaik dan lebih mudah diakses,” ujar Faisal Hasrimy, Jumat (29/5/2026).

Salah satu capaian paling mencolok terlihat dari meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Sumut. Pada tahun 2025, angka UHH mencapai 74,19 tahun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 74,01 tahun.

Angka tersebut juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, umur harapan hidup masyarakat Sumut tercatat 73,90 tahun, sementara pada 2023 berada di angka 73,67 tahun.

Selain itu, keberhasilan terbesar juga terlihat dari penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Sumut berhasil menekan AKI hingga 45,38 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini jauh lebih baik dibanding target awal sebesar 65,78 per 100 ribu kelahiran hidup.

Capaian tersebut bahkan berada jauh di bawah rata-rata nasional tahun 2025 yang mencapai 85,17 per 100 ribu kelahiran hidup.

Tidak hanya itu, Angka Kematian Bayi (AKB) juga mengalami perbaikan. Realisasi AKB berada di angka 3,20 per 1.000 kelahiran hidup, lebih baik dari target yang ditetapkan sebesar 3,28 per 1.000 kelahiran hidup.

Menurut Faisal, keberhasilan itu tidak terlepas dari pemanfaatan sistem pelaporan digital kesehatan ibu dan bayi melalui aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) dari Kementerian Kesehatan.

“Dengan sistem digital ini, fasilitas kesehatan bisa lebih cepat mendeteksi dan menangani risiko kematian ibu maupun bayi,” katanya.

Di sisi lain, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sumut juga berhasil melampaui target. Dengan capaian lebih dari 100 persen, Sumut kembali mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

Kualitas fasilitas kesehatan juga mengalami peningkatan. Persentase puskesmas dan rumah sakit dengan akreditasi paripurna meningkat tajam menjadi 53,96 persen atau jauh di atas target awal sebesar 41,1 persen.

Meski begitu, Dinkes Sumut masih memberikan perhatian serius terhadap angka kesakitan masyarakat yang belum sepenuhnya mencapai target akibat tantangan penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Untuk tahun 2026, Pemprov Sumut disebut akan terus memperkuat layanan kesehatan berbasis digital, memperluas layanan kesehatan primer hingga desa, serta mempercepat penanganan stunting secara terpadu.

“Capaian ini bukan hanya sekadar angka, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumatera Utara,” tutup Faisal.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *