MEDAN, BONARINEWS – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, menginisiasi aksi gotong royong dan penanaman pohon di bantaran Sungai Deli, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/7/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas Instruksi DPP PDI Perjuangan Nomor 1110/IN/DPP/2026 yang menggerakkan Tiga Pilar Partai, yakni unsur struktural, legislatif, dan eksekutif, untuk melakukan aksi nyata dalam menghadapi ancaman krisis iklim global.
Puluhan pohon ditanam di sepanjang bantaran Sungai Deli, sementara warga bersama kader partai juga melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di sekitar aliran sungai.
Robi Barus menegaskan bahwa penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, meningkatkan cadangan air tanah, serta mengurangi risiko kekeringan akibat fenomena El Nino yang masih berdampak di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, bersama masyarakat kita melakukan penanaman pohon di pinggiran Sungai Deli agar lingkungan kota tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Robi.
Menurutnya, gerakan tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh elemen partai terlibat aktif dalam menjaga lingkungan hidup dan mengantisipasi dampak perubahan iklim.
“Gerakan ini atas instruksi Ibu Ketua Umum agar tiga pilar partai melakukan aksi nyata dalam menanggapi ancaman iklim dan dampak El Nino yang saat ini dirasakan masyarakat,” katanya.
Robi juga menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari wujud cinta tanah air yang harus diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat.
“Cinta tanah air dan bangsa harus dimulai dengan mencintai lingkungan sekitar kita. Semoga gerakan ini bisa ditularkan dan menjadi budaya bersama untuk menjaga alam,” ungkapnya.
Selain menanam pohon, warga yang ikut dalam kegiatan tersebut juga membersihkan sampah di sepanjang bantaran Sungai Deli guna mengurangi risiko pencemaran dan banjir saat musim hujan kembali tiba.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di sejumlah daerah. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 493 titik atau sekitar 11 persen wilayah pengamatan di Indonesia telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang.
Sementara itu, 84 titik lainnya telah memasuki kategori sangat panjang. Suhu udara maksimum pada periode 28 Juni hingga 1 Juli 2026 juga tercatat melampaui 35 derajat Celsius di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara.
Momentum gotong royong di bantaran Sungai Deli ini sekaligus menjadi pesan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
Penulis: Dedy Hu