MEDAN, BONARINEWS – Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, mengajak mahasiswa untuk memperkuat gerakan literasi digital sebagai langkah strategis menghadapi derasnya arus informasi di era teknologi modern. Seruan itu disampaikan saat menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di ruang kerjanya di Kantor DPRD Sumut, Rabu (1/7/2026).
Dalam pertemuan yang turut didampingi dosen UINSU, Prof. Hasrat Samosir, Sutarto mengajak para mahasiswa berdiskusi mengenai fungsi dan peran DPRD sekaligus pentingnya membangun budaya literasi digital di kalangan generasi muda.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi penyebaran hoaks dan memanfaatkan teknologi digital secara positif serta bertanggung jawab.
“Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk memperkuat gerakan literasi digital yang tujuannya membekali generasi muda agar cerdas memilah informasi, menangkal hoaks, serta memanfaatkan platform digital secara positif dan bertanggung jawab,” ujar Sutarto.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara tersebut menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam menghadapi disrupsi teknologi yang terus berkembang.
Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, kata Sutarto, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki intelektualitas, integritas, serta kemampuan berpikir kritis dalam mengambil keputusan.
“Dalam zaman yang serba tidak pasti seperti sekarang, kita harus memiliki generasi muda yang mampu berpikir kritis dan memiliki integritas yang kuat,” ungkapnya.
Alumnus Program Doktoral Komunikasi Islam UINSU itu juga menyoroti perkembangan media sosial yang telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya memengaruhi cara orang menerima informasi, tetapi juga membentuk karakter, persepsi, hingga pola pengambilan keputusan.
Karena itu, literasi digital menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan tangguh menghadapi tantangan era digital.
“Literasi digital memperkuat fondasi masyarakat dengan membangun pola pikir kritis, melindungi keamanan data dari kejahatan siber, serta memastikan penggunaan teknologi secara etis dan produktif,” tambahnya.
Sutarto berharap berbagai program edukasi digital dapat terus diperluas, mulai dari pelatihan penggunaan media digital, edukasi keamanan siber, hingga pendampingan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran maupun pengembangan usaha masyarakat.
Menurutnya, digitalisasi harus menjadi katalisator kemajuan bangsa dan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Sutarto juga mengungkapkan bahwa dirinya secara aktif melibatkan mahasiswa dan pelajar SMA dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi dan tugas DPRD.
Mulai dari kegiatan sosialisasi peraturan daerah, reses, hingga wawasan kebangsaan, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga dilibatkan dalam proses perencanaan kegiatan.
“Di setiap kegiatan sosper, reses, dan sosialisasi wawasan kebangsaan di daerah pemilihan, saya melibatkan mahasiswa, tidak hanya sebagai audiens tetapi ikut merancang kegiatan tersebut. Kami juga turun ke sekolah-sekolah mengadakan cerdas cermat, lomba menulis, lomba baca puisi, dan berbagai kegiatan lainnya,” pungkasnya.
Ajakan memperkuat literasi digital yang disampaikan Sutarto menjadi pesan penting bagi generasi muda agar mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
Penulis: Dedy Hu