Koperasi Naik Kelas! Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Kini Jadi Mesin Ekonomi Rakyat yang Lindungi Pekerja

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS.com — Wajah koperasi di Indonesia mulai berubah drastis. Tak lagi identik dengan usaha kecil konvensional, koperasi kini didorong menjadi kekuatan ekonomi modern yang profesional, inklusif, dan mampu melindungi kesejahteraan pekerjanya.

Hal ini mengemuka dalam diskusi tematik bertajuk Koperasi Masa Kini Tantangan atau Peluang yang digelar Koperasi Pers Indonesia di Medan, Kamis 16 April 2026. Para narasumber menegaskan, koperasi memiliki peluang besar menjadi tulang punggung ekonomi rakyat jika dikelola secara serius dan berbasis sistem yang kuat.

Prof Ambar Pertiwiningrum menjelaskan, pemerintah tengah mendorong transformasi koperasi melalui program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Program ini dirancang untuk menjadikan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi sembako, pupuk, hingga pemasaran produk UMKM.

Menurutnya, koperasi modern mampu memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini merugikan petani dan pelaku usaha kecil.

“Kalau dikelola dengan baik, koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi desa dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak maupun rentenir,” ujarnya.

Sementara itu, Husaini menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pengurus dan pekerja koperasi melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan, perlindungan tersebut mencakup berbagai risiko kerja, mulai dari kecelakaan hingga jaminan hari tua dan kehilangan pekerjaan.

“Perlindungan ini penting agar pekerja koperasi memiliki rasa aman dan masa depan yang lebih terjamin,” katanya.

Selain itu, proyek pembangunan koperasi juga diwajibkan terdaftar dalam program jaminan sosial sektor jasa konstruksi agar seluruh tenaga kerja terlindungi.

Diskusi yang diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelaku koperasi, mahasiswa, hingga praktisi, juga menyoroti pentingnya tata kelola profesional, transparansi, serta keterlibatan generasi muda dalam pengembangan koperasi.

Kini, koperasi tidak hanya berbicara soal usaha bersama, tetapi juga tentang keadilan ekonomi, perlindungan tenaga kerja, dan masa depan ekonomi berbasis gotong royong.

Jika dikelola modern dan adaptif, koperasi berpotensi menjadi kekuatan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *