LAMPUNG, BONARINEWS.com — Ancaman kekurangan tenaga pendidik di Indonesia kian nyata. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pentingnya partisipasi semua pihak untuk memastikan ketersediaan guru yang kompeten dan sejahtera di seluruh daerah.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, dalam rapat koordinasi implementasi program prioritas pendidikan di Lampung, Senin (13/4/2026).
Menurut Nunuk, arah kebijakan pendidikan nasional saat ini mengusung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang menekankan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan tanpa diskriminasi.
“Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan potensi,” ujarnya.
Namun di balik visi tersebut, pemerintah menghadapi tantangan serius. Setiap tahun, sekitar 70 ribu hingga 80 ribu guru memasuki masa pensiun, sementara kebutuhan guru terus meningkat.
“Kekurangan ini terus terakumulasi. Karena itu pemenuhan kebutuhan guru menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan,” tegas Nunuk.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemendikdasmen menjalankan sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan profesionalisme guru melalui sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik.
Saat ini, capaian sertifikasi guru secara nasional telah melampaui 92 persen. Sementara sisanya masih didorong untuk memenuhi kualifikasi minimal melalui program beasiswa D4 dan S1.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada keberadaan guru non-ASN yang dinilai masih sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
“Kami menghimbau agar guru honorer tidak dirumahkan karena mereka memiliki peran penting,” katanya.
Upaya peningkatan kualitas guru juga dilakukan melalui pelatihan berbasis komunitas belajar guna mengatasi keterbatasan anggaran.
Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab tantangan pendidikan nasional.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan manusia di daerah.
“Peningkatan kualitas guru harus tetap menjadi prioritas meskipun ada keterbatasan fiskal,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional semakin merata, sekaligus memastikan guru sebagai ujung tombak pendidikan mendapatkan kompetensi dan kesejahteraan yang layak.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Dedy Hu