Medan, BONARINEWS – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Aliansi Sumut Bersatu (ASB) menggelar Webinar Nasional dan panggung Open Mic bertajuk Suara Anak dari Sumatera untuk Generasi Emas Indonesia. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 23 Juli 2026, menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, dan gagasan mereka secara langsung kepada para pemangku kepentingan.
Acara yang dipandu aktivis muda Qamarun Khairul Arifin dari CIKAL Akademia ini diikuti lebih dari 35 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pendidik, hingga perwakilan organisasi masyarakat sipil. Forum tersebut menegaskan pentingnya menjadikan suara anak sebagai bagian dari pertimbangan dalam penyusunan kebijakan publik.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Aris Adi Leksono, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Direktur Aliansi Sumut Bersatu, Veryanto Sitohang, dalam pemaparannya yang berjudul Masa Depan Indonesia Dimulai dari Anak yang Terlindungi, menegaskan bahwa aspirasi anak tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia berharap berbagai masukan yang disampaikan anak-anak dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.
Sementara itu, Direktur Yayasan PUPA, Susi Handayani, mengingatkan pentingnya pendekatan yang inklusif dalam perlindungan anak. Ia menegaskan bahwa anak penyandang disabilitas, penyintas kekerasan, serta kelompok rentan lainnya harus memperoleh hak, kesempatan, dan layanan pendampingan tanpa diskriminasi.
Puncak kegiatan ditandai dengan sesi Open Mic yang menghadirkan 10 anak dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SD hingga SMA, termasuk anak penyandang disabilitas, anak minoritas agama, dan penyintas kekerasan seksual. Mereka menyampaikan berbagai rekomendasi yang kemudian dirumuskan sebagai Suara Anak Sumatera untuk Indonesia.
Sepuluh rekomendasi tersebut meliputi jaminan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan perundungan, pemerataan pemenuhan hak dasar anak, pelibatan anak dalam pengambilan keputusan, pengakuan terhadap ide dan kreativitas anak, perlindungan di ruang digital, akses yang setara bagi anak disabilitas, pemerataan kesempatan tumbuh kembang, pencegahan perkawinan anak dan eksploitasi, penguatan layanan kesehatan mental dan pendidikan, serta pemulihan hak dan penghapusan stigma terhadap penyintas kekerasan seksual.
Melalui kegiatan ini, Aliansi Sumut Bersatu mengajak pemerintah, media, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi. Organisasi tersebut berharap Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi setiap anak.
Penulis: Redaksi