Budaya Batak Warnai Pelaksanaan PKKMB Nommensen Siantar

Bagikan Artikel

PEMATANGSIANTAR, BONARINEWS — Sebanyak 550 mahasiswa baru Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) resmi mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Jumat-Sabtu, 11-12 September 2026.

PKKMB tahun ini mengusung tema “Mahasiswa Berkarakter, Adaptif dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”. Selain memperkenalkan kehidupan kampus, kegiatan tersebut juga mengangkat nilai-nilai budaya Batak sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

Semangat manomu-momu bagi mahasiswa baru dan manabe-nabe bagi dosen menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Nilai itu dimaknai sebagai upaya membangun hubungan yang saling menghormati, membimbing, dan mendukung antara mahasiswa dan dosen.

Nilai marhata juga menjadi bagian penting dalam PKKMB. Marhata dimaknai sebagai ruang untuk menyampaikan pesan, berdiskusi, mendengar, serta saling menghargai. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun pergaulan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan mahasiswa baru melalui tarian dan tortor. Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah, upacara nasional, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UHKBPNP.

Rektor UHKBPNP Dr. Muktar B. Panjaitan, S.Si., M.Pd., kemudian mengukuhkan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar universitas.

“Mulai hari ini, saudara-saudara menjadi bagian dari keluarga besar UHKBPNP. Jadilah mahasiswa yang manomu-momu, mampu menghargai, menghormati, dan membangun hubungan yang baik dengan sesama,” ujar Muktar.

Prosesi pengukuhan turut diwarnai pemberian dekke, ulos, itak gurgur, dan beras Sipir ni Tondi. Berbagai simbol budaya tersebut menjadi ungkapan doa, berkat, dan harapan bagi mahasiswa baru selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Muktar juga mengingatkan mahasiswa untuk membangun komunikasi yang baik dengan dosen dan sesama mahasiswa.

“Dosen akan manabe-nabe, membimbing dan mengarahkan saudara-saudara. Karena itu, bangun komunikasi yang baik dan hidupkan budaya marhata dengan menyampaikan pendapat secara sopan, mendengar, serta saling menghargai,” katanya.

Selain pengenalan budaya dan kehidupan kampus, mahasiswa baru mendapat pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, karakter, kehidupan sosial, pencegahan kekerasan, wawasan global, serta literasi keuangan.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), serta berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan bakat, minat, dan kepemimpinan.

Rangkaian PKKMB 2026 ditutup dengan tortor bersama yang diikuti rektor, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa baru. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan lucky draw.

Melalui PKKMB 2026, UHKBPNP berharap 550 mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi insan akademik yang berkarakter, adaptif, berbudaya, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Nilai manomu-momu, manabe-nabe, dan marhata diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan PKKMB, tetapi menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa selama menempuh pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *