Angela Flassy, Jurnalis Perempuan Papua, Raih SK Trimurti Award 2026

Bagikan Artikel

Jakarta BONARINEWS — Jurnalis perempuan Papua, Angela Flassy, meraih SK Trimurti Award 2026 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Penghargaan itu diberikan atas konsistensinya menjalankan jurnalisme yang berpihak pada kelompok marginal, memperjuangkan kebebasan pers, serta mengangkat isu hak asasi manusia dan kehidupan masyarakat Papua selama lebih dari dua dekade.

Penghargaan diserahkan dalam malam resepsi peringatan ulang tahun ke-32 AJI dengan tema “Bertahan, Bersuara, Berkarya” di Jakarta, Kamis malam, 7 Agustus 2026.

Angela merupakan jurnalis, penulis, editor, pendidik literasi media, dan pembuat film dokumenter. Sejak memulai karier jurnalistik pada 2004, ia konsisten mengangkat isu perempuan, masyarakat adat, hak asasi manusia, konflik sosial, budaya, serta kehidupan masyarakat Papua.

Dewan juri SK Trimurti Award 2026 terdiri atas Armayanti Sanusi, aktivis perempuan yang kini menjabat Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan; Siti Aminah Tardi, advokat hak asasi manusia, Direktur Eksekutif The Indonesian Legal Resource Center (ILRC), dan mantan Komisioner Komnas Perempuan periode 2020-2025; serta Rachmawati dari Satuan Tugas Anti Kekerasan Seksual AJI Indonesia.

Ketiganya memilih Angela setelah melalui serangkaian penilaian dan diskusi. Juri mempelajari usulan, memeriksa rekam jejak, menelusuri kiprah Angela dalam jaringan aktivisme dan publikasi, serta mempertimbangkan dampak dan keberlanjutan gerakan yang diperjuangkannya.

Dewan juri menilai Angela menunjukkan konsistensi dalam menjalankan jurnalisme independen yang berpihak kepada kelompok marginal. Kiprahnya juga dinilai berkontribusi terhadap penguatan demokrasi dan hak asasi manusia.

Semangat tersebut dinilai sejalan dengan nilai yang diwariskan SK Trimurti: keberanian menyuarakan kebenaran, keberpihakan kepada rakyat, dan penggunaan jurnalisme sebagai instrumen perjuangan untuk keadilan sosial.

“Di tengah situasi Papua yang sarat konflik, kekerasan, dan pembatasan ruang sipil, Angela tetap menghadirkan jurnalisme yang mengutamakan keberanian, empati, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Armayanti Sanusi, anggota dewan juri SK Trimurti Award 2026.

Memperluas Suara Perempuan Papua

Keteguhan Angela dalam memperjuangkan kelompok rentan terlihat ketika ia memimpin Suara Perempuan Papua pada 2010. Media tersebut memberikan ruang bagi pengalaman dan perspektif perempuan Papua yang selama ini relatif jarang mendapat tempat dalam pemberitaan media arus utama.

Pada 2018, Angela menjadi Pemimpin Redaksi Jubi.id, media independen yang dikenal meliput berbagai persoalan Papua secara kritis dan mengedepankan kepentingan publik.

Siti Aminah Tardi mengatakan Angela menunjukkan komitmen terhadap kebebasan pers, hak atas informasi, dan kesetaraan gender melalui kerja jurnalistiknya selama lebih dari dua dekade.

Menurut Siti, karya Angela secara konsisten memberi perhatian kepada pengalaman perempuan Papua, masyarakat adat, kebebasan berekspresi dan pers, keadilan lingkungan, serta dampak konflik terhadap warga sipil. Karya-karya tersebut juga menghubungkan pengalaman masyarakat dengan persoalan struktural seperti ketimpangan pembangunan, diskriminasi, dan kekerasan.

“Angela Flassy merupakan salah satu jurnalis Papua yang berhasil mengembangkan praktik human rights journalism dengan integritas, keberanian, dan keberpihakan kepada kelompok marjinal,” kata Siti.

“Atas komitmen, konsistensi, profesionalisme, dan kontribusinya dalam memajukan jurnalisme yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan, saya meyakini Angela Flassy sangat layak menerima SK Trimurti Award,” ujarnya.

Rachmawati mengatakan posisi Angela sebagai perempuan Papua yang bekerja sebagai jurnalis, penulis, dan pembuat film membuatnya berada dalam situasi rentan, terutama di tengah konflik di Tanah Papua. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikannya memproduksi karya yang menyoroti kehidupan sosial dan budaya Papua.

Angela juga tidak membatasi kerja jurnalistik pada produksi berita. Ia melatih kelompok perempuan Papua membuat konten sehingga semakin banyak narasi lokal diproduksi dari sudut pandang warga Papua sendiri.

“Dedikasi dan kerja senyap yang berdampak nyata inilah yang membuat Angela Flassy layak meraih Penghargaan SK Trimurti dari AJI Indonesia,” kata Rachmawati.

Jurnalisme sebagai Advokasi

Melalui karya jurnalistiknya, Angela banyak mengangkat pengalaman perempuan Papua yang menghadapi pengungsian, kehilangan ruang hidup, kerusakan lingkungan, dan ancaman terhadap identitas budaya. Karya-karyanya menunjukkan bagaimana jurnalisme dapat menjadi alat advokasi bagi kelompok yang suaranya kerap terpinggirkan.

Ia juga memperluas praktik bercerita melalui film dokumenter. Angela terlibat dalam produksi sejumlah film dokumenter bersama Jubi, salah satunya Suara Lembah Grime pada 2023. Film tersebut mendokumentasikan kehidupan masyarakat Papua, relasi mereka dengan tanah adat, serta dinamika sosial yang dihadapi masyarakat.

Menurut Armayanti, penggunaan medium audiovisual memperluas jangkauan informasi mengenai Papua sekaligus memperkuat dokumentasi atas pengalaman masyarakat adat dan kelompok rentan.

Sebagai penulis, Angela menerbitkan buku Luka Papua: HIV, Otonomi Khusus, dan Perang Suku pada 2008. Buku tersebut mengangkat sejumlah persoalan kompleks di Papua melalui pendekatan jurnalistik dan sosial.

Ia juga menerbitkan kumpulan cerpen Kitorang pada 2012. Buku tersebut memperlihatkan keberpihakan Angela terhadap identitas lokal melalui penggunaan bahasa Melayu Papua dan penggambaran pengalaman masyarakat Papua dari sudut pandang orang Papua sendiri.

Kontribusi Angela tidak berhenti pada produksi karya jurnalistik. Ia aktif mengajar penulisan kreatif, jurnalisme, dan literasi media kepada perempuan dan generasi muda Papua.

Melalui pendidikan dan pendampingan, Angela ikut membangun regenerasi jurnalis lokal sekaligus memperluas akses perempuan terhadap ruang produksi pengetahuan dan informasi.

“Perannya sebagai pendidik memperlihatkan bahwa jurnalisme bukan hanya profesi, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat,” kata Armayanti.

Angela mengikuti penganugerahan SK Trimurti Award 2026 secara daring dan menyampaikan pidato dalam acara peringatan ulang tahun ke-32 AJI pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *