Dari Air Danau Toba ke Energi Perubahan: Relawan Bakti BUMN Bergerak di Samosir

Bagikan Artikel

SAMOSIR, BONARINEWS — Dari Danau Toba, energi mengalir ke banyak arah. Airnya mengalir menuju Sungai Asahan dan selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam perjalanan industri aluminium yang dijalankan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Namun, dalam Program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026, energi dari Danau Toba tidak berhenti pada listrik dan industri.

Energi itu diterjemahkan menjadi pengetahuan, kepedulian, pemberdayaan, dan semangat untuk tumbuh bersama masyarakat.

Semangat tersebut menjadi ruh pembukaan Program RBB 2026 di Marianna Resort, Samosir, Minggu (16/8/2026). Program bertema “Mengalirkan Energi bagi Masa Depan Bangsa” ini menghadirkan 10 relawan dari berbagai perusahaan BUMN untuk menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Samosir.

Pembukaan kegiatan dihadiri perwakilan BP BUMN, Danantara, MIND ID, Inalum, Kapolres setempat, tenaga pendidik dan kesehatan, pemuka agama dan adat, serta masyarakat.

Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan PT Inalum (Persero), Susyam Widodo, mengatakan tema tersebut bukan sekadar slogan.

Menurutnya, ada hubungan kuat antara energi Danau Toba dengan perjalanan Inalum. Air Danau Toba mengalir menuju Asahan, menggerakkan turbin, menghasilkan energi, dan kemudian mendukung proses produksi aluminium.

“Inalum tumbuh dari air Danau Toba. Energi tidak hanya berbentuk listrik, tetapi juga inspirasi dan ilmu bagi pendidikan, lingkungan, dan kesehatan,” ujar Susyam.

Dari filosofi itulah para relawan hadir. Mereka tidak hanya membawa program, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman untuk dibagikan kepada masyarakat.

Dari Makanan Bergizi hingga Eceng Gondok

Program yang dijalankan cukup beragam. Di bidang pendidikan dan kesehatan, para relawan memberikan edukasi makan bergizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), edukasi pencegahan stunting, hingga Kelas Inspirasi bagi siswa SMA Negeri 1 Simanindo.

Di sektor ekonomi dan lingkungan, relawan memberikan pelatihan produk UMKM kreatif, pembuatan pupuk cair dan kompos berbahan eceng gondok, serta pengolahan ikan Red Devil.

Ada pula penanaman pohon untuk menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, pengembangan wisata budaya Batak, serta workshop dan promosi seni ukir khas Batak.

Dengan kata lain, energi yang dibawa para relawan tidak hanya berbicara tentang apa yang bisa diberikan BUMN kepada masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan baru.

Eceng gondok yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan, misalnya, didorong menjadi bahan yang memiliki nilai guna. Ikan Red Devil yang dikenal sebagai ikan invasif juga diarahkan untuk dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Bukan Datang untuk Menggurui

Ada satu pesan yang ditekankan Susyam kepada para relawan: jangan datang ke Samosir dengan merasa paling tahu.

Para relawan justru diminta belajar bersama masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena masyarakat Samosir memiliki pengetahuan, tradisi, dan kearifan lokal yang telah hidup jauh sebelum program-program pembangunan datang.

Semangat tersebut sejalan dengan falsafah Batak Dalihan Na Tolu, yang mengajarkan keseimbangan dalam hubungan sosial melalui Somba Marhula-hula, Elek Marboru, dan Manat Mardongan Tubu.

Nilai tersebut mengajarkan pentingnya menghormati, menyayangi, menjaga hubungan, dan membangun persaudaraan.

Bagi para relawan, prinsip itu menjadi modal untuk membangun komunikasi dengan masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal.

“Program ini harus dijalankan dengan semangat untuk belajar bersama masyarakat, bukan datang untuk menggurui,” ujar Susyam.

Pesan tersebut kemudian dipertegas melalui filosofi Batak “Anakkoki do Hamoraon di Ahu”, yang berarti anak adalah kekayaan yang sangat berharga.

Bagi Susyam, masa depan bangsa pada akhirnya ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini. Karena itu, pendidikan, kesehatan, budaya, dan lingkungan menjadi bagian penting dari energi yang ingin dialirkan melalui program RBB.

“Bagi para relawan, jadilah duta yang menceritakan keindahan Danau Toba ke seluruh dunia,” pesannya.

Sepuluh Orang, Satu Misi

Kepala Departemen Sosial, Arisyono, mengatakan Program Relawan Bakti BUMN merupakan inisiatif BP BUMN yang didukung Danantara sebagai bentuk kepedulian insan BUMN terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pada 2026, program tersebut dilaksanakan di sejumlah daerah, yakni Aceh Tamiang, Boyolali, Denpasar, Lampung Selatan, Langowan, Probolinggo, Pulau Seram, Ruteng, Samosir, Tanah Datar, dan Tidore.

Khusus di Samosir, sebanyak 10 relawan dari berbagai perusahaan BUMN ditugaskan untuk menjalankan program selama kegiatan berlangsung.

Mereka adalah Anggi Putri Debora Hutapea dari PT PLN (Persero), Bagasferyan Hutagalung dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Taufik Febrianto dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Finsa Firmansyah dari Perum Perhutani, Ida Bagus Adhi Sukma dari PT Pegadaian (Persero), Indraswari Sara Harindarti dari PT Taspen (Persero), Ira Febrina Sari Lingga dari Perum Jasa Tirta II, M. Dzonni Syahriyal dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pretty Luci Lumbanraja dari PT Riset Perkebunan Nusantara, serta Riski Rohmanul Pamuji dari PT Petrokimia Gresik (Persero).

“Suatu kehormatan bagi insan Inalum dan MIND ID untuk mendampingi pelaksanaan Program Relawan Bakti BUMN di Samosir,” kata Arisyono.

Ia berharap para relawan tidak hanya menjalankan program yang telah disiapkan, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan masukan untuk memperbaiki program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) BUMN.

“Diharapkan kehadiran 10 relawan ini dapat memberikan masukan dan perbaikan terhadap program CSR yang dijalankan serta memberikan dampak kepada penerima manfaat. Selamat berbakti untuk Indonesia,” tutupnya.

Pada akhirnya, RBB 2026 di Samosir bukan hanya tentang 10 relawan yang datang membawa program.

Lebih jauh, ini adalah cerita tentang bagaimana energi yang lahir dari alam Danau Toba kembali kepada masyarakat dalam bentuk yang berbeda: pengetahuan, kepedulian, keterampilan, dan harapan.

Sebab, energi terbaik bukan hanya yang mampu menggerakkan turbin, tetapi juga energi yang mampu menggerakkan manusia untuk membangun masa depan bersama.

Penulis: Pretty Luci Lumban raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *