PeHR Siapkan GEMASASI, Lanjutkan Semangat Green Policing di Riau

Bagikan Artikel

PEKANBARU, BONARINEWS — Persatuan Hijau Riau (PeHR) menyiapkan Gerakan Masyarakat Bersama Polisi (GEMASASI) sebagai wadah kolaborasi masyarakat dan kepolisian dalam menjaga lingkungan serta mencegah berbagai persoalan sosial.

Gagasan tersebut disampaikan PeHR saat menggelar Green Action Penanaman Pohon di kawasan Okura, Pekanbaru, Rabu (7/10/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk syukuran atas pengangkatan Komjen Pol. Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Ketua Umum PeHR Hengky Primana mengatakan, pengangkatan Herry Heryawan menjadi momentum untuk melanjutkan gagasan Green Policing yang berkembang selama Herry bertugas di Riau.

“Bagi kami, Pak Herry Heryawan tidak hanya meninggalkan jabatan di Riau, tetapi juga meninggalkan gagasan. Green Policing akan terus kami lanjutkan,” ujar Hengky.

Menurut Hengky, semangat menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat dan tidak dapat hanya mengandalkan institusi kepolisian. Karena itu, PeHR ingin membangun pola kolaborasi yang menempatkan masyarakat sebagai bagian dari gerakan.

“Kami ingin apa yang sudah dibangun tidak berhenti. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat juga tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi,” katanya.

Hengky mengatakan, penanaman pohon menjadi salah satu contoh sederhana dari kolaborasi tersebut. Kesadaran menjaga lingkungan, menurut dia, perlu dibangun melalui keterlibatan langsung masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan.

PeHR juga ingin mendorong perubahan cara pandang mengenai hubungan polisi dan masyarakat. Selama ini dikenal konsep “Polisi Bersama Masyarakat”. PeHR ingin memperluasnya menjadi hubungan dua arah.

“Jangan hanya polisi bersama masyarakat, tetapi masyarakat juga harus bersama polisi. Ketika ada persoalan lingkungan, masyarakat ikut bergerak. Ketika ada pohon yang harus ditanam, masyarakat ikut menanam. Ketika ada ancaman karhutla, masyarakat juga ikut mencegah,” tegas Hengky.

Dari gagasan tersebut, PeHR menyiapkan GEMASASI. Gerakan ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta persoalan sosial lainnya.

Hengky mengatakan, masyarakat tidak seharusnya hanya menjadi penerima program. Masyarakat juga perlu ditempatkan sebagai pelaku yang ikut menjaga lingkungan dan membangun keamanan bersama.

Ia berharap GEMASASI dapat memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian, termasuk dalam mendukung arah kebijakan dan program kepolisian melalui jajaran Baharkam Polri.

“Kalau polisi hadir bersama masyarakat, masyarakat juga harus hadir bersama polisi. Ini yang ingin kami bangun melalui GEMASASI. Polisi bersama masyarakat, masyarakat bersama polisi. Semangat ini yang akan terus kami kembangkan,” pungkas Hengky.

Penulis: Yosef Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *