SAMOSIR, BONARINEWS — Ada cara sederhana untuk merasakan kemerdekaan: berjalan bersama di bawah kibaran Merah Putih, menari dalam satu irama, lalu tertawa bersama anak-anak dalam perlombaan khas 17 Agustus.
Suasana itulah yang terasa di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, selama rangkaian kegiatan Program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 yang berlangsung pada 16-19 Agustus 2026.
Di tengah masyarakat, para Relawan Bakti BUMN tidak hanya hadir membawa program pemberdayaan. Mereka juga ikut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, berbaur dengan pelajar, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang menghidupkan semangat gotong royong.
Rangkaian kemeriahan dimulai dengan Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Kecamatan Simanindo. Kirab ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI menuju upacara di Lapangan Simanindo.
Para pelajar mulai dari jenjang SD hingga SMP ikut mengarak Sang Merah Putih. Para Relawan Bakti BUMN Samosir 2026 turut memandu kegiatan tersebut.
Langkah para pelajar yang membawa bendera sepanjang puluhan meter itu semakin semarak dengan iringan marching band. Warga yang menyaksikan pun ikut merasakan suasana nasionalisme yang mengalir di sepanjang perjalanan.
Merah Putih bukan sekadar dikibarkan. Pagi itu, bendera menjadi simbol yang menyatukan anak-anak sekolah, relawan, pemerintah, dan masyarakat dalam satu perayaan.
Dari Upacara ke Martumba
Kirab kemudian dilanjutkan dengan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin Camat Simanindo, Erwin C.S. Sidabutar.
Upacara berlangsung khidmat. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu bangsa.
Namun, setelah upacara selesai, suasana berubah menjadi lebih cair dan penuh kegembiraan.
Masyarakat dan para relawan kemudian mengikuti Martumba Massal, sebuah kegiatan menari bersama yang melibatkan pelajar dan berakar dari tradisi budaya Batak di kawasan Danau Toba.
Gerakan, irama, dan musik dilakukan secara bersama-sama. Tidak ada sekat antara relawan dan masyarakat. Semua larut dalam satu gerakan.
Bagi para relawan, Martumba bukan hanya tentang menari. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya lokal sekaligus merasakan bagaimana masyarakat Samosir menjaga tradisinya.
“Martumba massal bukan sekadar menari bersama, tetapi menjadi ruang untuk merawat kebersamaan, mengenalkan budaya Batak, dan mempertemukan berbagai generasi dalam satu irama. Hari ini, mari kita menari bersama sebagai wujud sukacita dan kecintaan kita terhadap kekayaan budaya Samosir,” ujar perwakilan relawan.
Ketika Kemerdekaan Berubah Menjadi Tawa
Semarak kemerdekaan belum berhenti.
Di bawah teriknya matahari, anak-anak SD dan SMP hingga masyarakat Kecamatan Simanindo mengikuti berbagai perlombaan khas HUT Kemerdekaan RI.
Ada lomba makan kerupuk, kelereng, tusuk balon, memasukkan pulpen ke dalam botol, memindahkan air menggunakan spons, joget balon, hingga pindah tepung.
Permainan sederhana itu justru menghadirkan kegembiraan yang besar.
Sorak-sorai penonton, semangat peserta, dan tawa anak-anak membuat suasana semakin hidup.
Para Relawan Bakti BUMN Samosir 2026 pun turun langsung membantu pelaksanaan perlombaan. Mereka memastikan kegiatan berjalan tertib, membantu peserta, sekaligus ikut menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.
Kegiatan perlombaan tersebut juga mendapat dukungan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan MIND ID sebagai PIC dalam Program RBB yang diinisiasi BP BUMN dan Danantara.
Relawan yang Tidak Hanya Datang, tetapi Berbaur
Bagi para Relawan Bakti BUMN, rangkaian kegiatan pada 16-19 Agustus 2026 menjadi pengalaman penting selama menjalankan pengabdian di Samosir.
Sebab, pengabdian tidak selalu harus diwujudkan dalam kegiatan besar.
Kadang, pengabdian hadir dalam bentuk yang sederhana: membantu anak membawa bendera, berdiri di samping peserta lomba, ikut menari, atau sekadar berbagi tawa dengan masyarakat.
Dari sana, para relawan belajar bahwa masyarakat bukan hanya penerima manfaat sebuah program. Mereka adalah mitra yang memiliki pengetahuan, budaya, dan kearifan lokal yang layak dihargai.
Semangat tersebut juga menjadi bagian dari nilai yang dibawa Program RBB 2026, yakni hadir dan tumbuh bersama masyarakat.
Rangkaian perayaan kemerdekaan di Simanindo akhirnya menjadi potret kecil tentang Indonesia: beragam, penuh budaya, dan tetap kuat ketika bergerak bersama.
Ada Merah Putih sepanjang 81 meter. Ada irama marching band. Ada gerakan Martumba yang diwariskan dari budaya Batak. Ada pula tawa anak-anak yang pecah di tengah perlombaan.
Semuanya bertemu dalam satu ruang bernama kebersamaan.
Dan bagi para relawan, itulah salah satu makna penting dari pengabdian: bukan sekadar datang untuk memberi, tetapi hadir untuk ikut merasakan, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat.
Dari Simanindo, semangat kemerdekaan kembali menemukan maknanya—bahwa Indonesia akan selalu punya energi ketika masyarakatnya memilih untuk berjalan bersama.
Penulis: Pretty Luci Lumbanraja, salah satu Relawan Bakti BUMN untuk wilayah Samosir tahun 2026.