KPK Periksa 55 Pegawai Outsourcing, Jejak Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Kian Terkuak

Bagikan Artikel

JAKARTA, BONARINEWS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq dalam kasus pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Dalam perkembangan terbaru, KPK memeriksa 55 saksi yang berasal dari tenaga alih daya (outsourcing) di berbagai organisasi perangkat daerah Pemkab Pekalongan. Pemeriksaan dilakukan di Polres Pekalongan Kota pada Kamis (23/4/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, para saksi berasal dari sejumlah instansi, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika, serta beberapa dinas lain termasuk rumah sakit daerah.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik menelusuri dugaan konflik kepentingan dalam proyek pengadaan yang diduga melibatkan perusahaan tertentu di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah sejumlah lokasi dan menyita berbagai aset, termasuk kendaraan mewah yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Lembaga antirasuah itu turut mendalami aliran dana yang disebut mengalir ke sejumlah pihak yang terafiliasi dengan tersangka.

KPK menegaskan penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *