Hari Keenam Pencarian Mahasiswa Tenggelam di Air Terjun Situmurun, Tim Selam Turun hingga 100 Meter Tapi Korban Belum Ditemukan

Bagikan Artikel

TOBA, BONARINEWS.com – Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, masih terus berlangsung hingga hari keenam, Kamis 16 April 2026. Namun, korban atas nama Cristoper Rustam Muda Dua, 21 tahun, belum juga ditemukan.

Korban diketahui merupakan mahasiswa semester dua yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta di Medan. Ia dilaporkan tenggelam sejak Sabtu 11 April 2026 saat berada di kawasan wisata Air Terjun Situmurun.

Sejak pagi, tim gabungan kembali melakukan penyisiran di permukaan Danau Toba dan area sekitar titik terakhir korban terlihat. Pencarian dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh area yang berpotensi tidak terlewat.

Berbagai metode dikerahkan demi mempercepat proses pencarian. Basarnas menggunakan alat pendeteksi bawah air, sementara tim penyelam diturunkan untuk memeriksa area dengan kedalaman ekstrem.

Kapolres Toba AKBP V J Parapaga melalui Plt Kasi Humas Ipda Khairudin menyampaikan bahwa radius pencarian terus diperluas.

Menurutnya, tim gabungan memperbesar area pencarian hingga radius 200 meter dari lokasi korban diduga tenggelam, dengan titik penyelaman mencapai kedalaman 40 meter.

Pada hari keenam ini, tim juga menggunakan drone bawah air untuk mendeteksi dasar Danau Toba pada kedalaman 20 meter hingga 70 meter. Hasil pantauan kamera menunjukkan adanya bebatuan curam di dasar danau, namun korban belum terlihat.

Sekitar pukul 14.23 WIB, lima personel penyelam dari Basarnas, BPBD Toba, dan PT Aqua Farm Nusantara turun ke dasar danau hingga kedalaman 50 meter. Namun sekitar pukul 14.40 WIB, para penyelam kembali ke permukaan tanpa hasil.

Pencarian kembali dilanjutkan pukul 16.00 WIB menggunakan drone bawah air hingga kedalaman 100 meter. Meski struktur bebatuan curam kembali terdeteksi, korban tetap belum ditemukan.

Keluarga korban terus bertahan di lokasi dengan penuh harap. Sejumlah masyarakat sekitar juga ikut memberikan dukungan, baik tenaga maupun bantuan logistik kepada tim pencari.

Menjelang sore, tim gabungan bersama keluarga korban juga menyisir pinggiran Air Terjun Situmurun sambil menaburkan bunga sebagai bentuk doa dan harapan agar korban segera ditemukan.

Operasi pencarian sementara dihentikan pukul 16.40 WIB akibat hujan yang mengguyur kawasan air terjun dan mengganggu kondisi lapangan.

Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Jumat 17 April 2026 oleh tim gabungan serta masyarakat sekitar. Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung tujuh hari sejak korban dinyatakan tenggelam, sambil menunggu evaluasi lanjutan dari Basarnas Medan.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *