Wisuda 254 Lulusan STMIK Kaputama, Kampus Didorong Lahirkan Inovator Berdampak

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS — Sebanyak 254 mahasiswa STMIK Kaputama Binjai diwisuda pada tahun akademik 2025/2026. Para lulusan perguruan tinggi bidang teknologi informasi itu didorong tidak hanya mengejar karier, tetapi juga menciptakan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Syaiful Anwar Matondang, menyampaikan harapan tersebut dalam Sidang Senat Wisuda STMIK Kaputama di Gedung Tiara Convention Center, Medan, Selasa (20/10/2026).

Menurut Syaiful, lulusan perguruan tinggi perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menjadi agen perubahan di tengah perkembangan zaman. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif, dan inovatif.

Ia menegaskan, LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara terus menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Pembina Yayasan PTIM, Parlindungan Purba, mengatakan wisuda merupakan penanda berakhirnya masa pendidikan formal sekaligus awal perjalanan para lulusan memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mendorong STMIK Kaputama memperluas inovasi dan kerja sama lintas kelembagaan, termasuk dengan Republik Korea, dalam bidang pendidikan, kesehatan, investasi, ekonomi, dan teknologi.

Menurut Parlindungan, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang kontribusi perguruan tinggi sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan.

Ketua STMIK Kaputama Binjai, Relita Buaton, menjelaskan bahwa 254 wisudawan terdiri atas 233 lulusan sarjana dan 21 lulusan ahli madya.

Sebanyak 172 orang berasal dari program studi Sistem Informatika, 61 orang dari Teknik Informatika, 14 orang dari Manajemen Informatika, dan tujuh orang dari Komputerisasi Akuntansi.

Relita mengatakan, kampus berkomitmen menjalankan kebijakan Kampus Berdampak agar kegiatan pendidikan, penelitian, dan inovasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, dunia usaha, industri, serta pemerintahan.

STMIK Kaputama juga terus menyesuaikan penyelenggaraan pendidikan dengan kebijakan penjaminan mutu pendidikan tinggi, termasuk pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan pengakuan pembelajaran melalui micro-credential.

Menurut Relita, program studi di STMIK Kaputama telah memperoleh akreditasi Baik Sekali dari LAM Infokom, kecuali program studi Bisnis Digital yang masih menjalani proses reakreditasi menuju predikat Unggul.

Ia juga menyampaikan bahwa dosen STMIK Kaputama tahun ini memperoleh hibah penelitian nasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk riset yang berkaitan dengan teknologi keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis.

Riset tersebut menjadi salah satu contoh upaya kampus mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan di luar lingkungan akademik.

Dengan bekal pendidikan dan pengembangan kompetensi, para lulusan diharapkan mampu mengambil peran dalam dunia kerja sekaligus menciptakan solusi bagi persoalan masyarakat. Tantangan berikutnya bagi perguruan tinggi dan alumninya adalah memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi berlanjut menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata.

Penulis: Andi Arya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *