Surabaya, BONARINEWS.com — Sebuah camilan berbasis brownies yang diolah menjadi keripik renyah membawa cerita berbeda tentang perjalanan usaha kecil menembus pasar modern. Produk itu bernama Bron Chips, UMKM lokal yang kini mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Perdagangan.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung proses produksi Bron Chips di Surabaya, sekaligus melihat bagaimana usaha kecil mampu naik kelas melalui pembinaan dan akses pasar.
Bron Chips bukan sekadar inovasi kuliner. Produk ini sebelumnya mengikuti Export Coaching Program yang digagas Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha dan membuka peluang ekspor.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Setelah dari lokasi produksi, Wamendag melanjutkan peninjauan ke salah satu gerai Indomaret. Di sana, produk Bron Chips sudah terpajang di rak ritel modern, menandai perubahan jalur distribusi UMKM dari skala lokal ke pasar yang lebih terstruktur.
Menurutnya, kehadiran ritel modern menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam hal kualitas, kemasan, dan kontinuitas pasokan.
Masuknya Bron Chips ke jaringan ritel modern mencerminkan model kemitraan yang mulai diperkuat pemerintah, di mana UMKM tidak lagi hanya bergantung pada pasar tradisional, tetapi juga masuk ke ekosistem distribusi nasional.
Pemerintah melihat sinergi antara UMKM dan ritel modern sebagai strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha kecil, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas di masa depan.
Penulis: Dedy Hu