TPI Paluh Manan Belum Diresmikan, Bupati Pilih Tunda demi Nelayan Ini Alasannya

Bagikan Artikel

Deli Serdang, BONARINEWS.com — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memilih menahan peresmian Tempat Pendaratan Ikan di kawasan pesisir, meski bangunan fisik telah rampung. Keputusan itu diambil untuk memastikan fasilitas benar-benar siap digunakan nelayan, bukan sekadar simbol proyek selesai.

Bupati Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meninjau langsung kesiapan TPI Paluh Manan di Kecamatan Hamparan Perak, Kamis, 30 April 2026.

Dalam peninjauan itu, Bupati menegaskan peresmian belum akan dilakukan sebelum sarana utama seperti cold storage, jaringan listrik, hingga fasilitas penunjang lainnya benar-benar tersedia.

Menurut dia, pelabuhan ikan tersebut harus langsung berfungsi optimal saat dioperasikan, agar berdampak nyata terhadap produktivitas nelayan di kawasan pesisir.

Selain infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan skema pengelolaan yang akan melibatkan masyarakat nelayan. Dinas Perikanan diminta mempercepat administrasi sekaligus memastikan model pengelolaan berjalan efektif.

Satu aspek krusial lain yang disorot adalah akses perairan. Pemerintah menargetkan normalisasi alur sepanjang sekitar tiga mil untuk memperlancar keluar masuk kapal nelayan.

Di luar sektor perikanan tangkap, pemerintah juga mendorong penguatan budidaya. Bantuan benih ikan nila disalurkan kepada kelompok tani sebagai stimulus ekonomi, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis kolam.

Bupati bahkan membuka peluang dukungan lebih luas bagi warga yang ingin mengembangkan usaha budidaya, mulai dari penyediaan alat berat hingga bantuan benih.

Agenda kunjungan tidak berhenti pada sektor ekonomi. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sosial melalui Baznas kepada warga kurang mampu, dengan harapan bisa menjadi tambahan sumber penghasilan keluarga.

Di sektor perumahan, perhatian diarahkan pada program perbaikan rumah tidak layak huni. Salah satu rumah warga ditinjau untuk segera direnovasi, disusul peletakan batu pertama pembangunan rumah permanen berukuran 6×6 meter di wilayah pesisir lainnya.

Langkah ini menunjukkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur ekonomi, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah daerah tampak ingin memastikan bahwa pembangunan pesisir berjalan paralel antara peningkatan produktivitas nelayan dan perbaikan kualitas hidup warga.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *