Medan, BONARINEWS.com – UPT SD Negeri 064006 tampil sebagai salah satu sekolah paling menonjol dalam ajang Lomba Bank Sampah “Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah Tahun 2026” yang diselenggarakan Gugah Nurani Indonesia di halaman SD Brigjend Katamso Marelan, Rabu (29/4/2026).
UPT SD Negeri 064006 sukses meraih Juara I Lomba Bank Sampah sekaligus Juara I Pameran Daur Ulang Sampah.
Untuk kategori Lomba Bank Sampah, Juara II diraih UPT SD Negeri 064999 dan Juara III diraih UPT SD Negeri 065004.
Panitia juga menetapkan Juara Harapan I diraih SD Swasta Anugerah Harapan Bangsa, Juara Harapan II diraih UPT SD Negeri 0666429, dan Juara Harapan III diraih UPT SD Negeri 064996.
Sementara pada kategori Pameran Daur Ulang Sampah, Juara II diraih SD Swasta Anugerah Harapan Bangsa dan Juara III diraih UPT SD Negeri 066658.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan di dunia pendidikan sekaligus mendorong budaya pengelolaan sampah berbasis sekolah di Kota Medan.

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Medan, Syaiful Riza, mengapresiasi inisiatif Gugah Nurani Indonesia yang dinilainya menghadirkan proses pendidikan nyata dan kontekstual bagi peserta didik tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, program bank sampah sangat relevan dengan implementasi kurikulum yang menekankan penguatan karakter dan pembelajaran berbasis pengalaman.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar banyak hal secara terintegrasi, mulai dari lingkungan, daur ulang, keberlanjutan, gotong royong, mandiri, hingga bernalar kritis dalam mengelola sampah,” ujar Syaiful Riza.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, tetapi menjadi budaya di setiap sekolah di Kota Medan.
Fasilitator Program GNI Medan CDP, Nelli Lumbanbatu, menjelaskan penilaian lomba telah dimulai sejak Januari 2026 dengan empat kriteria utama, yakni sosialisasi kepada siswa, kepemilikan SK bank sampah, modul kurikulum berbasis lingkungan, serta keaktifan sekolah dalam penampungan dan pemilahan sampah selama empat bulan berturut-turut.
Jika nilai peserta berimbang, penentuan pemenang dilakukan berdasarkan jumlah tonase sampah yang berhasil dikumpulkan.
Guru kelas 3 UPT SD Negeri 064006, Arie Susanty Hasibuan, mengaku bersyukur atas pencapaian sekolahnya yang berhasil meraih dua gelar juara.
“Anak-anak aktif menabung sampah setiap minggu. Minimal satu sampai dua sampah dibawa setiap siswa, lalu ditampung dan dijual melalui kolaborasi dengan pengepul,” ujarnya.
Selain pengumuman pemenang, acara juga dimeriahkan dengan fashion show busana berbahan sampah plastik dan kertas, tarian dengan aksesori dari bahan daur ulang, serta pameran karya siswa dari limbah yang diolah menjadi produk kreatif.
Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus membentuk generasi yang peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan bumi.
Penulis: Dedy Hu