Langkat, BONARINEWS – Universitas Negeri Medan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemulihan korban bencana. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat, tim dosen UNIMED mengembangkan program trauma healing khusus bagi remaja korban banjir di Kabupaten Langkat.
Kegiatan bertajuk Trauma Healing-Based Mindfulness dan Media Kreatif untuk Pemulihan Psikologis Remaja Korban Banjir Pascabencana itu dilaksanakan di SMA Negeri 1 Padang Tualang, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, pada Mei 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat yang didanai melalui PNBP UNIMED Tahun 2026.
Tim pengabdian dipimpin Miswanto bersama dosen lainnya yakni Rina Suryani, Hasyim, Khairunnisa Br. Batubara dan Amirul Hazmi Hamdan. Kegiatan juga menghadirkan narasumber Rahmulyani dan Utami Nurhafsari Putri serta melibatkan mahasiswa dan pendamping dari LPPM UNIMED.
Sebanyak 11 guru dan 15 siswa mengikuti program trauma healing tersebut. Para peserta mendapatkan pendampingan psikologis melalui pendekatan mindfulness dan media kreatif.
Ketua tim pengabdian, Miswanto, menjelaskan para siswa diajak mengenali dan mengelola emosi melalui berbagai metode seperti latihan relaksasi, refleksi diri, mindfulness, menggambar hingga menulis ekspresif.
Menurutnya, metode tersebut membantu siswa mengurangi trauma pascabanjir sekaligus meningkatkan ketahanan mental dan rasa percaya diri.
Selain fokus pada siswa, tim PKM UNIMED juga memberikan pelatihan kepada guru BK dan guru bidang studi agar mampu memberikan dukungan emosional secara berkelanjutan kepada para siswa setelah bencana.
Kepala SMA Negeri 1 Padang Tualang, Agus Ismadi Kuncoro, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap program serupa terus dilakukan untuk mendukung pemulihan psikologis siswa di sekolah.
Sebagai bentuk dukungan, tim pengabdian turut menyerahkan berbagai alat dan media kreatif seperti speaker bluetooth, buku CBTm konseling, kertas warna, krayon, spidol hingga perlengkapan melukis.
Tim PKM berharap program Trauma Healing-Based Mindfulness ini dapat menjadi model pemulihan psikologis remaja yang mudah diterapkan di berbagai daerah rawan bencana lainnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari pihak sekolah karena dinilai sangat membantu kebutuhan pendampingan trauma healing yang inovatif dan berkelanjutan bagi remaja korban bencana.
Penulis : Dedy Hu