Tiga Akademisi STMIK Kaputama Jadi Narasumber Pelatihan Transformasi Digital Polres Binjai

Bagikan Artikel

BINJAI, BONARINEWS — Tiga akademisi STMIK Kaputama Binjai menjadi narasumber dalam Pelatihan Transformasi Digital Polri yang digelar Bagian Sumber Daya Manusia Polres Binjai di Aula Anindya Polres Binjai, Rabu (16/9/2026).

Ketiga akademisi tersebut yakni Ketua STMIK Kaputama Binjai Dr. Relita Buaton, S.T., M.Kom., Muammar Khadapi, S.Tr.Kom., M.Kom., dan I Gusti Prahmana, M.Kom.

Relita menyampaikan materi tentang optimalisasi kecerdasan buatan untuk mendukung operasional dan pelayanan Presisi Polres Binjai. Muammar membawakan materi mengenai polisi cerdas di era digital, sedangkan I Gusti membahas pembuatan prompt video dan gambar untuk kebutuhan kepolisian.

Pelatihan yang diikuti 66 personel Polres Binjai lintas satuan itu mengangkat tema optimalisasi kecerdasan buatan untuk mendukung operasional dan pelayanan Polri, khususnya di Polres Binjai.

Kapolres Binjai AKBP Raden Bimo Moernanda mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas personel dalam memanfaatkan teknologi AI. Menurut dia, tantangan kepolisian di era digital tidak hanya berkaitan dengan kejahatan konvensional, tetapi juga kejahatan berbasis digital.

“Dengan memahami materi yang disampaikan oleh para narasumber diharapkan pemanfaatan media digital, terutama teknologi AI, dapat mempersingkat waktu penanganan masalah maupun proses penegakan hukum,” ujar Bimo.

Ia meminta peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari dengan tetap mengacu pada prinsip dan tugas kepolisian.

Relita mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara kerja berbagai institusi, termasuk kepolisian. Menurut dia, AI dapat dimanfaatkan untuk mengolah data dalam jumlah besar yang berasal dari laporan, rekaman kamera pengawas, percakapan digital, media sosial, dan sumber digital lainnya.

Teknologi tersebut, kata Relita, antara lain dapat membantu memetakan titik rawan, mengenali pola kejadian berulang, menentukan prioritas pemantauan dan patroli, serta membuat ringkasan kronologi suatu peristiwa.

Namun, ia mengingatkan penggunaan AI juga memiliki risiko, seperti kebocoran data sensitif dan privasi, bias algoritma, kesalahan informasi yang dihasilkan AI, serta ketergantungan pengguna terhadap teknologi.

Karena itu, Relita mengusulkan pengembangan AI Assistant khusus untuk mendukung operasional Polres Binjai. Sistem tersebut dinilai dapat membantu pengolahan data internal dengan memperhatikan keamanan informasi.

“Solusi AI yang tepat untuk mendukung peningkatan kinerja operasional dan layanan publik Polres Binjai ialah dengan membangun AI Assistant. Tujuannya agar data kita aman, tidak dapat diakses publik, dan tidak pula disalahgunakan oleh pihak lain,” kata Relita.

Pelatihan tersebut dibuka Kapolres Binjai didampingi Kabag SDM Polres Binjai Kompol Muhammad Hasan. Kegiatan juga mendapat dukungan STMIK Kaputama Binjai dan Yayasan Pendidikan Teknologi Informasi Mutiara.

Penulis: Andi Arya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *