MEDAN, BONARINEWS — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, menyoroti masih adanya ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial dengan kondisi di lapangan. Menurut dia, persoalan tersebut menghambat penyaluran bansos kepada masyarakat yang berhak.
Robi mengatakan temuan itu terlihat dalam penyaluran bansos bagi lanjut usia. Hasil pemeriksaan menunjukkan masih terdapat data penerima yang telah meninggal, bahkan sejak sekitar 10 tahun lalu.
“Setelah dilakukan cross check, ternyata masih banyak data yang menampilkan penerima yang telah wafat bahkan dari sepuluh tahun lalu,” kata Robi, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Robi, bansos lansia merupakan bagian penting dari perlindungan sosial bagi kelompok rentan, terutama mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi atau tidak memiliki dukungan keluarga.
Dia meminta pemutakhiran data melalui Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) dilakukan secara lebih cepat dan mendekati kondisi riil. Pembaruan data, kata dia, seharusnya dapat dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa atau kelurahan hingga Dinas Sosial dan Kementerian Sosial.
Robi juga mendorong koordinasi pendataan di tingkat lingkungan dan kelurahan diperkuat. Proses verifikasi dan validasi data, menurut dia, harus dilakukan secara real time dan terintegrasi.
“Integrasi data ini harus dipercepat agar perlindungan sosial dapat tersalurkan secara akurat, adil, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Penulis: Dedy Hutajulu