Rico Waas Tutup Medan Coding Competition 2026, Ribuan Talenta Digital Sumut Unjuk Gigi di Ajang Teknologi

Bagikan Artikel

Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan teknologi harus menjadi solusi masa depan generasi muda, dari coding, robotik, IoT hingga mobile apps.

Medan, BONARINEWS.com — Wali Kota Medan Rico Waas menutup ajang Medan Coding Competition 2026 dengan pesan kuat tentang pentingnya teknologi sebagai solusi masa depan. Di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (9/5/2026), Rico Waas menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan, termasuk pelayanan publik dan pengembangan sumber daya manusia.

“Teknologi menciptakan solusi,” ujar Rico Waas.

Ajang yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Medan lewat BRIDA bersama IWAPI Medan dan UMSU itu menjadi salah satu kompetisi teknologi terbesar di Sumatera Utara tahun ini. Sebanyak 632 peserta dari berbagai jenjang pendidikan ambil bagian, mulai dari tingkat SD hingga mahasiswa.

Rico Waas mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berkomunikasi. Ia mencontohkan perubahan dari sistem surat konvensional hingga komunikasi digital instan yang kini menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, transformasi digital juga harus dimanfaatkan pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pemko Medan terus mendorong penggunaan teknologi dalam berbagai layanan publik, termasuk sistem pengaduan masyarakat berbasis aplikasi dan pesan instan.

“Segala permasalahan sekarang kita coba cari solusinya melalui teknologi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menyoroti perubahan mimpi generasi muda. Jika dulu profesi populer identik dengan dokter atau pegawai negeri, kini anak-anak mulai bercita-cita menjadi programmer, atlet e-sports hingga pendiri startup teknologi.

Fenomena tersebut, menurutnya, menjadi sinyal positif bahwa generasi muda Indonesia semakin siap menghadapi era digital dan artificial intelligence (AI). Meski demikian, ia mengingatkan pemanfaatan teknologi tetap harus sejalan dengan nilai budaya, agama, dan kebangsaan.

“Masa depan bukan untuk ditunggu, tetapi diciptakan dari tangan kita sendiri,” tegasnya.

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari banyaknya kategori lomba yang dipertandingkan, mulai dari unplugged coding, scratch programming, robotik line follower, Internet of Things (IoT), mobile apps hingga e-sports.

Pada tingkat SD kelas 1–3 kategori Unplugged Coding, Juara 1 diraih Tim 16 dari SDS Sultan Iskandar Muda. Sementara kategori Robotik SMA/SMK dimenangkan Tim Winner dari SMA Negeri 2 Medan.

Untuk kategori Mobile Apps tingkat mahasiswa, Tim Suara Medan dari UMSU berhasil meraih Juara 1, disusul Tim Batak Paling Keren dari Institut Teknologi Del dan Tim UMPAB Pioner dari Universitas Pembangunan Panca Budi.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. H. Agussani dalam kesempatan yang sama mengungkapkan UMSU juga tengah menjajaki kerja sama internasional di bidang digital dengan Universiti Malaysia Perlis.

Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan visi pengembangan teknologi dan digitalisasi yang sedang didorong Pemerintah Kota Medan.

Ajang Medan Coding Competition 2026 diharapkan menjadi ruang lahirnya talenta-talenta digital baru dari Sumatera Utara yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *