PKPA Gelar Pelatihan Cyber Safety di Medan, Perkuat Perlindungan Anak dari Kejahatan Digital

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS – Yayasan PKPA menggelar pelatihan bertajuk “Stopping Cybercrime Against Children: More Safety and Protection on The Internet” pada 25–26 Mei 2026 di Hotel Grandhika Medan. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital yang aman, ramah dan inklusif.

Pelatihan tersebut diikuti berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, komunitas digital hingga sektor privat di Sumatera Utara.

Sejumlah lembaga yang hadir antara lain Ditreskrimsus Unit Siber Polda Sumut, Unit PPA Polrestabes Medan, FK PUSPA Kota Medan, HWDI, APJII Sumut, Blogger Medan, serta beberapa sekolah termasuk SLB Negeri Pembina Medan.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak anak di dunia digital, perlindungan anak di ruang daring, perlindungan perempuan dan anak penyandang disabilitas, hingga mekanisme pelaporan serta sistem rujukan kasus kekerasan online yang ramah anak dan inklusif.

Koordinator Program PKPA, Anggriani Mahdianingsih, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi anak-anak, namun juga menghadirkan ancaman serius seperti cyberbullying, eksploitasi online, penyalahgunaan data pribadi hingga kekerasan berbasis digital.

Karena itu, menurutnya, diperlukan kerja sama lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan untuk menciptakan sistem perlindungan anak di dunia maya.

Melalui kegiatan ini, peserta juga diajak membangun jejaring kolaborasi guna memperkuat proteksi digital anak, termasuk memastikan anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan perlindungan dan layanan yang setara.

“Harapannya, melalui kegiatan ini kita bisa membangun jaringan yang kuat dalam rangka proteksi digital sehingga anak-anak aman saat berselancar di internet. Pendekatan inklusif juga penting agar anak dengan disabilitas tetap terlindungi dan mendapatkan layanan yang mudah diakses,” ujar salah satu peserta kegiatan.

Dari SLB E Negeri Pembina Sumatera Utara, kegiatan ini diikuti Kepala Sekolah Mardi Panjaitan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Lady Mahrani Sitohang.

Mardi Panjaitan berharap pelatihan tersebut dapat menambah wawasan sekolah dalam melakukan langkah preventif terhadap kejahatan siber, khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas.

PKPA berharap kegiatan ini mampu melahirkan jaringan profesional lintas sektor yang responsif dalam menangani kasus perlindungan anak di ranah digital, sekaligus mendorong terciptanya ruang internet yang aman, sehat dan ramah bagi seluruh anak Indonesia.

Penulis: Dedy Hu


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *