JAKARTA, BONARINEWS — Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) memberikan penghargaan kepada delapan tokoh dari berbagai bidang melalui PIKI Awards 2026 yang digelar di Metro TV, Minggu (25/10/2026). Penghargaan ini mengangkat kontribusi dan keteladanan tokoh dalam mendorong kemajuan masyarakat, mulai dari toleransi hingga pemberantasan korupsi.
Mengusung tema “Terang Allah Membawa Kebenaran” yang merujuk pada Efesus 4:15, malam penganugerahan tersebut juga memberikan dua apresiasi khusus kepada lembaga filantropi dan penggiat kebebasan beribadah.
Delapan kategori penghargaan meliputi toleransi, riset dan inovasi, kesehatan, kebudayaan, lingkungan hidup, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, serta antikorupsi.
Para penerima penghargaan antara lain Prof. Abidin Wakano untuk bidang toleransi, Prof. Carina Citra Dewi Joe untuk riset dan inovasi, serta dr. Lie Agustinus Dharmawan untuk kesehatan melalui kiprahnya mendirikan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) dan mengembangkan layanan kesehatan bagi masyarakat terpencil.
Di bidang kebudayaan, penghargaan diberikan kepada Bambang Noorsena atas kajian warisan iman dan tradisi lintas bangsa. Sementara itu, Saptoyo mendapat penghargaan lingkungan hidup atas upayanya mengembangkan konservasi pesisir Sendangbiru melalui perlindungan mangrove, terumbu karang, dan pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan pemberdayaan UMKM diberikan kepada Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna, sedangkan bidang pendidikan diberikan kepada Saur Marlina Manurung atau Butet Manurung, pendiri Sokola Rimba yang mendampingi masyarakat adat melalui pendidikan kontekstual.
Adapun penghargaan antikorupsi secara anumerta diberikan kepada mantan hakim agung Artidjo Alkostar, yang dikenal atas ketegasan dan kesederhanaannya selama berkarier di bidang hukum.
Dua apresiasi khusus diberikan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi untuk bidang filantropi dan Gugun Gumilar untuk kiprahnya memperjuangkan kebebasan beribadah.
PIKI menyebut proses penjaringan dan penjurian dilakukan secara terbuka melalui jejaring organisasi dengan melibatkan lembaga survei independen Indikator. Lebih dari 30 juri dilibatkan dalam setiap kategori, dengan penilaian berdasarkan empat dimensi, yakni integritas, inovasi, dampak, dan keberlanjutan.
Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait mengatakan, PIKI Awards menjadi bagian dari momentum awal kepengurusan periode 2026–2031 setelah dilantik sekitar empat bulan sebelumnya. Menurut dia, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang telah berkontribusi bagi bangsa.
“Ini jadi momentum bahwa apa yang kita kerjakan selama empat bulan ini, bagaimana kita bisa berdiri di atas kekuatan sendiri, di kaki sendiri dengan mengandalkan Tuhan Yesus. Itu spirit yang kita bangun,” ujar Maruarar, Minggu (25/10/2026).
Ia mengatakan, PIKI selama masa kepengurusannya telah menggelar sejumlah kegiatan, antara lain seminar nasional kesehatan di Bandung, seminar dana bagi hasil di Tentena, Poso, simposium energi nasional di Karawaci, Banten, serta seminar hukum di Jakarta.
Organisasi itu juga menyampaikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara dan sejumlah wilayah lain, gempa bumi di Flores, serta kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya dan Pontianak.
Maruarar menambahkan, sejumlah rekomendasi yang disampaikan PIKI dalam forum nasional telah mendapat respons pemerintah. Rekomendasi dari simposium energi, antara lain terkait dorongan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan penyediaan listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), disebut telah mendapat respons dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
PIKI juga menyampaikan rekomendasi di bidang hukum kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin, termasuk mengenai mekanisme kepailitan untuk penyelesaian secara kolektif bagi korban tindak pidana.
Ke depan, Maruarar mengatakan PIKI akan memperluas pembentukan dewan pimpinan daerah di berbagai wilayah Indonesia. Ia berharap organisasi tersebut semakin dipercaya, mampu menghasilkan dampak nyata, serta berkontribusi dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
“Perjuangan kita bukan hanya untuk umat Kristen tetapi juga untuk semua masyarakat,” katanya.
Melalui PIKI Awards 2026, organisasi tersebut berharap kiprah para penerima penghargaan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dan mendorong semakin banyak orang berkontribusi dalam bidang masing-masing. Semangat kasih dan kebenaran, menurut PIKI, perlu diwujudkan melalui pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Penulis: Alfa Christofer