MEDAN, BONARINEWS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan jurnalis Dailyklik, Deddi Gunawan Hutajulu. Setelah meraih juara II pada IN-Journal Chapter II, kali ini Deddi kembali naik podium dengan menyabet juara III dalam kompetisi jurnalistik IN-Journal Chapter III yang digelar PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).
Penghargaan tersebut diraih melalui karya berjudul Ketika Aluminium Tak Berhenti di Smelter. Tulisan itu mengantarkan Deddi masuk dalam jajaran pemenang kompetisi yang mengangkat tema Fondasi Kuat untuk Hilirisasi: Menulis Masa Depan Industri Aluminium Indonesia.
Capaian ini sekaligus memperpanjang rekam jejak Deddi dalam kompetisi jurnalistik yang diselenggarakan perusahaan tersebut. Sebelumnya, pada IN-Journal Chapter II, ia meraih juara II melalui tulisan berjudul Mangrove adalah Kehidupan.
Dua penghargaan dalam dua edisi kompetisi menjadi catatan tersendiri bagi Deddi, yang mengangkat isu berbeda dalam setiap karyanya, mulai dari persoalan lingkungan hingga perkembangan industri aluminium nasional.
INALUM mengumumkan para pemenang melalui akun Instagram resminya, @inalum. Kompetisi ini diikuti jurnalis dari berbagai media cetak dan daring di Sumatera Utara yang mengangkat beragam sudut pandang mengenai industri aluminium dan agenda hilirisasi.
Posisi juara pertama diraih Arianda Tanjung dari Waspada Online, Medan, melalui tulisan Hilirisasi Aluminium Digenjot, Investasi Miliar Dolar Mengalir. Sementara itu, juara kedua diraih Mazlan dari Ersyah lewat karya Batubara Sebutir Bauksit Menuju Batu Bara.
Adapun juara harapan pertama diraih Ramsiana Gultom dari Waspada.id, Toba, melalui tulisan Dari Danau Toba, Energi Mengalir Menulis Masa Depan Aluminium Indonesia. Juara harapan kedua diraih Anggi Perdana Nasution dari PERDA.id, Simalungun, dengan karya Dari Bauksit ke Produk: Menyambung Rantai Nilai Aluminium Indonesia.
Melalui IN-Journal, INALUM berupaya mendorong peningkatan literasi masyarakat mengenai industri aluminium sekaligus membuka ruang bagi jurnalis untuk menghasilkan karya yang informatif, inspiratif, dan berkualitas.
Pengumpulan karya untuk kompetisi tersebut berlangsung pada 15 September hingga 11 Oktober 2026. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 11,5 juta, dengan hadiah tertinggi Rp 4 juta bagi juara pertama.
Kembali meraih penghargaan dalam kompetisi yang sama menjadi pencapaian tersendiri bagi Deddi. Dari mangrove hingga hilirisasi aluminium, karya jurnalistiknya mengangkat isu yang berkaitan dengan lingkungan dan perkembangan industri, dua bidang yang memiliki peran penting dalam pembangunan Indonesia.
Penulis: Lindung Silaban