Paluta, BONARINEWS – Program pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Gunungtua, Kabupaten Padang Lawas Utara, mulai menunjukkan hasil. Untuk pertama kalinya, lapas tersebut memanen telur ayam dari program Sarana Asimilasi dan Edukasi atau SAE ketahanan pangan.
Panen perdana dipimpin Kepala Lapas Kelas III Gunungtua Japaruddin Ritonga bersama Kepala Subseksi Pembinaan dan jajaran pegawai.
Program peternakan ayam tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya memanfaatkan sarana pembinaan di lingkungan lapas. Selain diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat berguna setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Gunungtua Japaruddin Ritonga mengatakan program SAE ketahanan pangan dirancang agar kegiatan pembinaan tidak berhenti pada aktivitas rutin, tetapi dapat memberikan keterampilan yang memiliki nilai produktif dan ekonomi.
“Program ini merupakan bagian dari upaya kami dalam membangun pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan SAE ketahanan pangan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan,” ujar Japaruddin.
Menurut dia, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan. Melalui aktivitas tersebut, warga binaan dapat belajar mengenai tanggung jawab, pengelolaan usaha serta keterampilan yang berpotensi dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Panen telur ayam juga menjadi indikator awal dari pengembangan program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Gunungtua. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat mendorong pengembangan kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih luas.
Program SAE sendiri menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan dalam menciptakan kegiatan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian. Pemanfaatan lahan dan fasilitas lapas diarahkan agar memiliki nilai edukatif sekaligus produktif.
Lapas Kelas III Gunungtua menyatakan akan terus mengembangkan program pembinaan yang dapat meningkatkan keterampilan warga binaan. Ketahanan pangan melalui peternakan ayam diharapkan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun bekal keterampilan bagi warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Dengan demikian, panen perdana telur ayam bukan sekadar capaian produksi, melainkan menjadi bagian dari proses menyiapkan warga binaan agar lebih produktif dan mandiri setelah menjalani masa pembinaan.
Penulis: Tolong Harahap