MEDAN, BONARINEWS — Erupsi Gunung Sinabung tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kabupaten Karo. Di tengah kondisi tersebut, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menyalurkan bantuan kepada warga terdampak yang mengungsi di posko Desa Sukatepu, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (3/9/2026).
Bantuan yang disalurkan meliputi selimut, perlengkapan mandi, tikar dan matras, tempat tidur, masker, serta sembako. Penyaluran bantuan dilakukan bersama jajaran DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara dan PDI Perjuangan Kabupaten Karo.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Sutarto mengatakan, kepedulian terhadap warga terdampak bencana merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang diajarkan Bung Karno. Menurut dia, prinsip Tat Twam Asi menjadi pijakan untuk menumbuhkan empati dan merasakan penderitaan orang lain sebagai penderitaan bersama.
“Kita diajarkan konsep Tat Twam Asi oleh Bung Karno yang secara sederhana diartikan sebagai aku adalah engkau, engkau adalah aku. Kita merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang terdampak erupsi ini,” kata Sutarto, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan, nilai kemanusiaan yang diajarkan Bung Karno juga berkaitan dengan upaya memperkuat persatuan dan membangun rasa kasih sayang antarsesama tanpa memandang perbedaan.
Bagi Sutarto, kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana tidak cukup hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Ia mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar partai hadir dan mengambil peran ketika masyarakat menghadapi persoalan.
“Dalam hal ini sejalan dengan instruksi Ibu Megawati agar partai menjadi garda terdepan dalam mengatasi permasalahan di antara rakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujarnya.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon bersama jajaran fungsionaris partai di tingkat DPD Sumatera Utara dan PDI Perjuangan Kabupaten Karo.
Sutarto menyebutkan, sebanyak 208 kepala keluarga dengan total sekitar 650 jiwa berada di posko pengungsian tersebut. Menurut dia, kondisi warga terdampak perlu menjadi perhatian bersama, terutama selama aktivitas Gunung Sinabung masih berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Warga yang ada di posko pengungsian ada 208 kepala keluarga, sebanyak 650 jiwa. Ini menjadi perhatian kita bersama dan semoga Gunung Sinabung kembali seperti sediakala,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kutatengah Yosua Ginting menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada warga terdampak erupsi.
“Terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan yang telah begitu peduli kepada kami,” ujar Yosua.
Menurut Yosua, bantuan tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang aktivitasnya terganggu akibat meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus meninggalkan aktivitas sehari-hari dan berada di lokasi pengungsian.
Ia berharap kondisi Gunung Sinabung segera kembali normal sehingga warga dapat kembali ke kehidupan dan aktivitas mereka seperti sebelumnya.
“Dengan ini kita semua berharap agar kondisi Gunung Sinabung dapat segera kembali seperti sediakala supaya warga dapat beraktivitas kembali,” katanya.
Penulis: Dedy Hutajulu