Mantan Sekdaprovsu Minta Penambahan SLB Negeri di Medan, Dorong Pemerataan Pendidikan Difabel

MEDAN, BONARINEWS – Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Dr RE Nainggolan, meminta pemerintah memperkuat layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas dengan menambah jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Kota Medan.

Menurut RE Nainggolan, kebutuhan sekolah khusus dan tenaga pendidik bagi anak berkebutuhan khusus masih menjadi persoalan yang perlu segera mendapat perhatian. Ia menilai akses pendidikan yang layak bagi peserta didik difabel harus terus diperluas agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Pernyataan tersebut disampaikan RE Nainggolan saat menghadiri penutupan Pentas Seni 2026 di SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

Ia mengapresiasi kegiatan yang digelar SLB-E Negeri Pembina karena mampu menjadi ruang bagi peserta didik difabel untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta kemampuan yang selama ini dikembangkan melalui proses pembelajaran.

RE Nainggolan menyebut keberadaan SLB-E Negeri Pembina menjadi contoh penting dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, ia berharap ke depan semakin banyak sekolah serupa hadir di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.

Menurut dia, masih terdapat keterbatasan jumlah SLB dan guru yang memiliki kompetensi khusus untuk mendampingi peserta didik penyandang disabilitas.

“Yang menjadi persoalan utama adalah masih kurangnya sekolah dan tenaga pengajar. Karena itu, layanan pendidikan bagi difabel harus terus diperkuat,” ujar RE Nainggolan.

Ia mengungkapkan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution agar penambahan SLB Negeri dan pemenuhan kebutuhan guru dapat menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

Selain pembangunan fasilitas pendidikan, RE Nainggolan juga memberikan apresiasi kepada para guru SLB yang dinilai memiliki peran besar dalam membimbing peserta didik difabel.

Menurutnya, kesabaran dan dedikasi tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam membantu anak-anak berkebutuhan khusus mengembangkan kemampuan akademik maupun keterampilan.

“Kemajuan anak-anak ini tidak lepas dari kerja keras guru dan dukungan orang tua. Mereka memiliki potensi besar yang harus terus diberikan ruang,” katanya.

Dalam acara tersebut, Irdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Josafath M Robert Duka SIP bersama istri turut hadir memberikan dukungan. Bentuk apresiasi juga ditunjukkan dengan membeli salah satu karya lukisan hasil peserta didik SLB-E Negeri Pembina.

Kehadiran tersebut menjadi motivasi bagi para peserta didik yang selama kegiatan menampilkan berbagai hasil karya dan keterampilan.

Kepala SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Mardi Panjaitan, mengatakan Pentas Seni 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026.

Kegiatan itu menghadirkan berbagai perlombaan seni dan keterampilan vokasional, seperti teknologi informasi, menjahit, griya kayu, sablon, mewarnai, hingga melukis.

Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah ingin menunjukkan bahwa peserta didik difabel memiliki kemampuan, kreativitas, dan prestasi yang tidak kalah dengan peserta didik lainnya.

Pentas Seni menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif mampu membuka ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk terus berkembang dan berkarya.

Penulis: Lindung Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *