Solo, BONARINEWS – Kabar baik datang dari dunia kesehatan Indonesia. Layanan jantung berstandar internasional di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia atau RS KEI yang berlokasi di Surakarta kini resmi dapat diakses oleh peserta BPJS Kesehatan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional.
Peresmian integrasi layanan ini dilakukan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono yang menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam memperkuat sistem layanan kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
RS KEI sendiri merupakan rumah sakit jantung kelas A yang dibangun melalui kerja sama internasional dan telah dilengkapi dengan fasilitas modern seperti cathlab, hybrid operating theater, CT scan, hingga MRI untuk menangani kasus jantung kompleks.
Sejak mulai beroperasi, rumah sakit ini telah menangani lebih dari seribu pasien dan kini semakin diperkuat dengan integrasi pembiayaan BPJS agar layanan berstandar tinggi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Menurut Wamenkes, penguatan skema pembiayaan kesehatan seperti BPJS menjadi kunci agar teknologi medis canggih tidak hanya menjadi fasilitas eksklusif, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.
Data kesehatan menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman serius di Indonesia, dengan ratusan ribu kasus kematian setiap tahun yang menjadikannya salah satu prioritas utama dalam kebijakan kesehatan nasional.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran RS KEI sangat penting dalam mempercepat penanganan pasien jantung, terutama karena faktor waktu sangat krusial dalam kasus kardiovaskular.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi layanan kesehatan melalui digitalisasi, penguatan jejaring rujukan, serta pelayanan yang lebih humanis dan berorientasi pada pasien.
RS KEI sendiri merupakan rumah sakit yang dibangun melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada akhir 2025. Saat ini, pengelolaannya juga didampingi oleh RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk memastikan standar layanan tetap optimal.
Dengan integrasi layanan BPJS ini, pemerintah berharap akses terhadap pelayanan jantung berkualitas tinggi semakin merata, sekaligus menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia secara signifikan.
Penulis: Dedy Hu