Kisah Inspiratif 3 Wisudawan Terbaik ITERA 2026, Ada yang Bangkit Usai Ayah Wafat dan Lulus 7 Semester!

Bagikan Artikel

Lampung, BONARINEWS.com – Di balik meriahnya Wisuda Periode ke-24 Institut Teknologi Sumatera (ITERA), tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari tiga wisudawan terbaik yang sukses menginspirasi banyak orang.

Dari 1.288 lulusan yang resmi diwisuda pada Sabtu (25/4/2026), tiga nama mencuri perhatian yakni Nanda Rahmah Putri dari Program Studi Biologi sebagai Lulusan Terbaik I, Dzakki Aleza dari Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan sebagai Lulusan Terbaik II, serta Freddy Harahap dari Program Studi Teknik Informatika sebagai Lulusan Terbaik III.

Perjalanan mereka menuju podium terbaik tak mudah. Penuh tantangan, air mata, dan perjuangan yang akhirnya berbuah prestasi gemilang.

Nanda Rahmah Putri mengaku bersyukur atas pencapaiannya. Selama kuliah, ia aktif di organisasi, kepanitiaan, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga kompetisi akademik.

Tantangan terbesar Nanda adalah membagi waktu dan menjaga kesehatan, terutama saat semester tiga dan empat. Ia mengatasinya dengan disiplin mengerjakan tugas secara bertahap setiap hari dan menerapkan teknik Feynman untuk memahami materi lebih mendalam.

Sementara itu, Dzakki Aleza awalnya hanya menargetkan diri menjadi mahasiswa berprestasi di tingkat program studi. Namun, kerja keras membawanya melampaui target dengan menjadi mahasiswa berprestasi tingkat kampus sekaligus Lulusan Terbaik II.

Menurut Dzakki, tantangan utama selama kuliah adalah beradaptasi dalam lingkungan pertemanan. Ia memilih fokus belajar di kelas, mendengarkan dosen dengan saksama, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima saat ujian.

Kisah paling mengharukan datang dari Freddy Harahap. Mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2022 ini sempat kehilangan rasa percaya diri di tengah ketatnya persaingan akademik.

Cobaan berat datang saat ayahnya meninggal dunia di semester empat. Tak hanya itu, Freddy juga menghadapi kesulitan finansial keluarga di semester tujuh yang sempat mengguncang fokus kuliahnya.

Namun dari keterpurukan itu, Freddy bangkit. Ia menjadikan ujian hidup sebagai motivasi untuk menyelesaikan kuliah lebih cepat hanya dalam tujuh semester.

“Saya menerapkan metode spaced repetition agar pemahaman materi lebih konsisten. Selain itu, saya juga aktif dalam kegiatan nonakademik, seperti relawan Itera Mengajar dan kepanitiaan Duta Kampus,” ujarnya.

Ke depan, Nanda ingin berkarier sesuai bidangnya dan membawa nama baik Biologi ITERA. Dzakki bercita-cita menjadi peneliti astronomi. Sedangkan Freddy ingin beristirahat sejenak sebelum memulai karier dan berharap suatu hari kembali ke ITERA untuk berbagi pengalaman.

Kisah tiga wisudawan terbaik ini menjadi bukti bahwa tantangan hidup bukan penghalang untuk meraih mimpi.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *