Kemendikdasmen Genjot Pendidikan Inklusif 2026, Sebanyak 75 Sekolah Dibekali Sistem Akomodasi Layak dan Teknologi Pembelajaran Baru

Bagikan Artikel

DEPOK, BONARINEWS — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) terus memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif di Indonesia. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Akomodasi yang Layak bagi Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusif Tahun 2026 yang digelar di Savero Hotel Depok, 22–24 Juni 2026.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan reviu dan finalisasi bahan pendampingan Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Direktur PKPLK Kemendikdasmen menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan pendidikan yang inklusif, adil, dan tanpa diskriminasi, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Penguatan Akses Pendidikan Inklusif

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas satuan pendidikan dalam menyediakan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas, sesuai dengan prinsip pendidikan inklusif dan amanat Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023.

Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan mampu menyusun strategi pembelajaran yang lebih adaptif, responsif, dan sesuai kebutuhan siswa di lapangan.

75 Sekolah Terlibat, Libatkan Akademisi dan Praktisi

Sebanyak 75 satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka didampingi oleh berbagai narasumber dari unsur akademisi dan pemerintah, di antaranya:

  • Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen GTK)
  • Pusat Kurikulum dan Pembelajaran
  • Universitas Pendidikan Indonesia

Selain itu, turut hadir perwakilan dari berbagai lembaga seperti BBPPMPV Bispar, Direktorat KSPSTK, Setditjen Dikmensus, IGPKhl, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Fokus Penguatan Sistem dan Teknologi Pendidikan

Selain membahas akomodasi layak, kegiatan ini juga menyoroti pengembangan Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di lingkungan SLB.

Langkah ini dinilai penting untuk mendorong transformasi pendidikan khusus agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik masa kini.

Hasil yang Diharapkan

Kegiatan ini ditargetkan menghasilkan sejumlah output penting, antara lain:

  • Penguatan pemahaman teknis implementasi pendidikan inklusif
  • Rekomendasi penguatan kebijakan layanan disabilitas
  • Finalisasi bahan pendampingan sekolah model PM dan KKA
  • Penguatan kolaborasi lintas lembaga pendidikan dan pemerintah daerah

Dorong Ekosistem Pendidikan Lebih Inklusif

Kemendikdasmen menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

Dengan penguatan kebijakan dan pendampingan teknis ini, peserta didik penyandang disabilitas diharapkan dapat memperoleh kesempatan belajar yang setara, mandiri, serta mampu berkontribusi di masyarakat.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar seluruh hasil pembahasan dapat diimplementasikan secara nyata di satuan pendidikan masing-masing.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *