PALUTA, BONARINEWS — Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan (PD KAMMI PSP-Tapsel) mengecam dugaan maraknya pesta minuman keras di Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).
Kecaman tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait dugaan pesta minuman keras jenis tuak yang disebut berlangsung di Desa Sababalik, tepatnya di kawasan Jalan Lintas Sosopan.
Ketua PD KAMMI PSP-Tapsel, Lokot Harahap, mengatakan pihaknya menerima aspirasi dari masyarakat yang resah dengan dugaan aktivitas tersebut. Menurutnya, warga menilai keberadaan aktivitas yang diduga melibatkan minuman keras dapat mengganggu ketertiban serta tatanan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Salah seorang warga Batang Onang, A. Hasibuan, disebut telah menyampaikan keresahannya kepada KAMMI agar persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait.
“Sudah terlalu banyak keluarga yang rusak akibat pesta miras dan aktivitas lombu-lombu (istilah yang digunakan warga untuk menyebut wanita penghibur) di sana,” ujar Lokot, menirukan keluhan warga, Rabu (19/8/2026).
Lokot meminta Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara dan Pemerintah Kecamatan Batang Onang segera menindaklanjuti keresahan masyarakat tersebut. Ia berharap langkah pencegahan dan penertiban dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
“Jangan sampai generasi dan masyarakat Batang Onang menjadi korban akibat aktivitas yang dinilai mencederai moral, budaya, dan tatanan sosial masyarakat Kecamatan Batang Onang,” katanya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap lokasi yang dilaporkan warga serta mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
Lokot menyatakan pihaknya percaya Bupati Padang Lawas Utara dan Kapolres Padang Lawas Utara memiliki komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami meminta kepada Bapak Bupati Padang Lawas Utara, Kapolres Padang Lawas Utara, dan Pemerintah Kecamatan Batang Onang untuk mengambil langkah tegas demi menjaga ketertiban masyarakat,” pungkasnya.
KAMMI PSP-Tapsel menegaskan, aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Mereka berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani melalui koordinasi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sehingga ketertiban serta nilai-nilai sosial dan budaya di Batang Onang tetap terjaga.
Penulis: Tohong Harahap